Dark/Light Mode

Groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik

Bye-bye… Era Kejayaan Komoditas Bahan Mentah

Kamis, 16 September 2021 06:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT HKML Battery Indonesia, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, (15/09/2021) pagi. (Foto: Humas Setkab/Agung).
Presiden Joko Widodo saat groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT HKML Battery Indonesia, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, (15/09/2021) pagi. (Foto: Humas Setkab/Agung).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik yang dibangun PT HKML Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Jokowi didampingi Men­ko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Men­teri Investasi/Kepala Badan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Eks Wali Kota Solo itu menga­takan, nilai investasi pabrik terse­but mencapai 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp 15,68 triliun.

Baca juga : Hari Ini, Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Di Karawang

“Ini pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, bah­kan pertama di Asia Tenggara,” ungkap Jokowi.

Jokowi memastikan, hadirnya pabrik baterai listrik ini sekali­gus menandakan era kejayaan komoditas bahan mentah akan berakhir. Indonesia akan keluar dari jebakan pengekspor bahan mentah.

Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, Jokowi yakin dalam 3 tahun sampai 4 tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis ni­kel. Seperti baterai lithium dan baterai kendaraan listrik.

Baca juga : Beralih Dari BBM Ke Listrik, Rezeki Petani Bantul Kian Mengalir Di Lahan Pasir

“Nilai tambah akan meningkat 6-7 kali lipat kalau nikel jadi sel baterai. Kalau jadi mobil listrik, nilainya bertambah 11 kali li­pat,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Ja­karta ini berharap, pembangunan pabrik ini ikut mendongkrak daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Langkah itu sekaligus menjadi penanda agar Indonesia terlepas dari ketergantungan impor.

Bolak-balik Ke Korsel

Baca juga : Gandeng LG, Hyundai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Karawang

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia ber­cerita soal sulitnya meloloskan negosiasi proyek pembangunan pabrik sel baterai mobil listrik dengan LG Energy Solution Ltd. Dia sampai harus bolak balik ke Korea Selatan (Korsel) tujuh kali dan mengganti draf nota kesepa­haman puluhan kali.

“MoU (Memorandum of Undertanding)-nya dibuat 21 kali draf. Tujuh kali ke Korea baru bisa teken MoU. Luar biasa sekali negosiasinya,” ungkap Bahlil.

Kendati begitu, Bahlil menegaskan, pembangunan ini me­libatkan pengusaha nasional di daerah dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.