Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik
Bye-bye… Era Kejayaan Komoditas Bahan Mentah
Kamis, 16 September 2021 06:30 WIB
Sebelumnya
“Ini konsep investasi hilirisasi terintegrasi yang pertama karena baterainya itu dari BUMN, tambangnya yang mayoritas. Smelter-nya dibangun di Maluku Utara. Di situ dekat dengan bahan baku,” jelasnya.
Bahlil memastikan, pembangun pabrik ini bakal dikebut. Tahun 2022 diharapkan sudah bisa produksi.
“Paling lambat Mei 2022 sudah produksi. Sudah paten. Insya Allah sudah produksi kita,” ucapnya.
Baca juga : Hari Ini, Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Di Karawang
CEOLG Energy Solution Jonghyun Kim mengatakan, baterai yang akan diproduksi menggunakan teknologi baru nickel, cobalt, manganese dan aluminum. Dengan begitu, pembuatan baterai itu akan menggunakan 90 persen nikel katoda.
Kim juga menganggap, lokasi di Karawang adalah posisi terbaik untuk membangun pabrik. Apalagi wilayah tersebut memiliki 5 klaster industri, yaitu mobil, elektronik, bahan bangunan, makanan dan jasa logistik.
Dia akan aktif menggunakan pabrik bersama tersebut, sebagai basis utama menuju pasar kendaraan listrik global di luar pasar ASEAN.
Baca juga : Beralih Dari BBM Ke Listrik, Rezeki Petani Bantul Kian Mengalir Di Lahan Pasir
“Indonesia akan selangkah lebih dekat untuk membangun rantai pasokan kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia,” ujar Kim.
Untuk diketahui, pemerintah meneken MoU dengan LG Energy Solution pada 18 Desember 2020. MoU ditandatangi setahun setelah Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi, meneken nota kesepahaman pada proyek hilirisasai industri kendaraan listrik bersama Hyundai Motor Group.
LG bersepakat membentuk konsorsium dengan Hyundai Motor Group. Perusahaan asal Korea Selatan itu membentuk perusahaan patungan atau joint venture untuk membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik.
Baca juga : Gandeng LG, Hyundai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Karawang
Dalam pelaksanaannya, konsorsium LG dan Hyundai juga bermitra dengan konsorsium BUMN melalui PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC).
Konsorsium IBC itu beranggotakan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara. IBC juga bermitra dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya