Dark/Light Mode

Resmi Diberhentikan Per 1 Oktober

Novel Cs, Bye...bye...

Kamis, 16 September 2021 07:40 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) didampingi Wakil Ketua Alexander Marwata (kanan) memberikan keterangan terkait pengangkatan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/9/2021). (Foto: Tedy Kroen/RM)
Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) didampingi Wakil Ketua Alexander Marwata (kanan) memberikan keterangan terkait pengangkatan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/9/2021). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memberhentikan 56 pegawai yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Pemberhentian berlaku per 1 Oktober 2021. Novel Baswedan Cs tinggal menghitung hari angkat kaki dari lembaga superbody itu.

Kemarin, 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK mendapat surat cinta dari KPK. Surat bernomor 1327 Tahun 2021 itu isinya keputusan pemberhentian dengan hormat sebagai pegawai KPK.

Berita Terkait : Ajudannya Diperiksa, Lili Bakal Diseret Ke Pidana?

Pemberhentian itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63/2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK pasal 18 dan 19 ayat (3) huruf d. Keseluruhannya diberhentikan secara hormat.

Begitu kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat konferensi pers di Jakarta, kemarin. Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua KPK Firli Bahuri, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dan Jubir KPK Ali Fikri.

Baca Juga : Fahri Gaungkan #Oposisi Loyo

“Kepada pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan tidak mengikuti pembinaan melalui diklat bela negara, diberhentikan dengan hormat dari pegawai KPK,” ujar Marwata.

Marwata menjelaskan, alasan pemberhentian karena tuntutan organisasi yang mengacu pada hasil asesmen TWK. Bukan karena berlakunya Peraturan Komisi (Perkom) KPK Nomor 1/2021, ataupun peraturan lainnya.

Baca Juga : Seluruh Karyawan Telah Divaksin, ASTON Kartika Grogol Siap Sambut Tamu

Menurutnya, seluruh pegawai KPK telah diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses peralihan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui TWK. “Meskipun memiliki keterbatasan telah berusia di atas 35 tahun atau pernah berhenti dari ASN,” bebernya.
 Selanjutnya