Dark/Light Mode

Putus Mata Rantai Covid-19

Tracing Jangan Dikendorkan

Jumat, 17 September 2021 06:10 WIB
Ilustrasi Tracing. (Foto: Getty Images).
Ilustrasi Tracing. (Foto: Getty Images).

RM.id  Rakyat Merdeka - Target tracing satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 harus dilacak minimal 15 orang yang pernah berhubungan langsung dalam waktu 14 hari terakhir, belum tercapai. Belum ada satu pun daerah yang mencapai target.

Hingga kini, pelacakan kontak (tracing) terhadap orang yang kontak langsung dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 masih di bawah 15 orang dan di atas 10 orang. Capaian itu pun baru bisa dilakukan di dua provinsi. Yaitu, Jawa Timur (Jatim) dan Sumatera Utara (Sumatera Utara).

“Progres 7 hari terakhir, Jawa Timur jadi juara, satu orang terkonfirmasi positif rasio kontak rate sampai di angka 14.38,” kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah.

Berita Terkait : Jangan Fokus Di Jawa-Bali, Daerah Diurusi Juga Dong

Sedangkan Sumatera Utara, capaian rasio pelacakannya dari 1 orang terkonfirmasi positif sebanyak 13,96 orang.

Menurut Dewi, untuk sembilan provinsi lainnya, rasio tracing terhadap orang kontak erat masih di antara 5-10. Sisanya, 23 provinsi, rasio tracing terhadap orang kontak erat masih di bawah 5 orang.

Tracing memang menjadi kendala. Lantaran populasi Indonesia yang besar, namun sumber daya tracer atau orang yang melaku­kan pelacakan kontak terbatas,” jelas dia.

Berita Terkait : Virus Corona Kategori VoC Atau VoI Kudu Diwaspadai

Kendati begitu, kata Dewi, capaian tracing saat ini ada kemajuan. Soalnya, pa­da Februari-Maret, rasio pelacakan kontak terhadap pasien Covid-19 baru 1 banding dua. Yaitu, satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 hanya dua orang yang ditelusuri dan menjalani tes virus Corona.

“Kalau kita bilang, progresnya luar biasa. Tracing mulai bergerak naik, terutama berkat bantuan TNI-Polri yang membantu sebagai tracer,” katanya.

Dewi menegaskan, pelacakan kontak merupakan hal penting untuk memutus rantai penularan Covid-19. Sebab, satu orang yang diketahui pernah berkontak dekat dengan orang lain yang terkonfirmasi positif Covid- 19, berpotensi menyebarkan virus lagi.

Berita Terkait : Tuntasin Vaksinasi Dosis 2 Dulu

“Meski mungkin (orang yang kontak erat) tidak mengalami gejala sakit,” ujarnya.

Netizen menyayangkan masih minimnya rasio tracing Covid-19. Soalnya, ada ke­mungkinan, positivity rate atau perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan belum turun mak­simal.

Akun @LuqmanBeeNKRi mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) memperkuat tim khusus testing dan tracing. Dia bilang, tracing dan testing efektif untuk menekan laju penu­laran virus asal Wuhan itu di daerah.
 Selanjutnya