Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ditutup Di Istana, Program Magang Dan Inkubasi Santri Berjalan Sukses

Sabtu, 25 September 2021 14:32 WIB
Para santri/santriwati peserta Program Magang dan Inkubasi. (Foto: Istimewa)
Para santri/santriwati peserta Program Magang dan Inkubasi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jejaring Alumni and Returnee Indonesia (JARI) Foundation bersama dengan Staf Khusus Presiden, Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan didukung Pemerintah Jerman melalui Program Migrasi dan Diaspora GIZ (Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) sukses menyelenggarakan program magang dan inkubasi yang bernama Santri Incubation Internship Program (SIIP).

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan upacara kelulusan dan ramah tamah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/9). Kegiatan dilakukan secara hybrid, dengan mengundang pula kepala sekolah dari 12 SMK berbasis pesantren se-Jawa Barat yang telah bekerja sama dengan JARI Foundation.

"Saya menyampaikan kepada para santri bahwa haram hukumnya para santri itu inferior. Santri harus bangga dengan kesantriannya dan menunjukkan pada masyarakat mampu menjadi profesional yang berintegritas," ucap Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf.

Setelah peluncuran SIIP pada 18 Agustus 2021 di Cirebon, Jawa Barat, 20 santri/santriwati terpilih dari 12 SMK berbasis pesantren yang tersebar di 8 kota dan kabupaten di Jawa Barat diundang ke Jakarta untuk mengikuti program inkubasi magang yang berlangsung mulai 29 Agustus 2021 hingga 25 September 2021.

Berita Terkait : PUPR Lanjutkan Program Pembangunan Tanggul Pantai

Berita Terkait : Sikapi Warga Sampaikan Aspirasi, Kapolri Perintahkan Polisi Humanis

Penyerahan beasiswa untuk santri peserta program magang dan inkubasi.

Berita Terkait : Pertamina Patra Niaga Sebut Solar Industri Dijual Dengan Skema B2B

Peserta ditugaskan di 10 perusahaan berbeda milik alumni Jerman. Mereka diberi tugas terkait kerja digital. Perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra dalam menyediakan tempat magang yaitu Athlimah, Feedloop, Gaya Bahasa Institut, Germany Indonesia Professionals, German Camp Center, German-alumni Entrepreneurs Network, KESAN, PanganGroup, LOGOS Indonesia dan Mak Rah Pireng.

Dalam kegiatan berdurasi satu bulan ini, para santri mendapatkan empat macam aktivitas yang dipersiapkan untuk meningkatkan soft skill dan life skill mereka. Rinciannya,kegiatan magang, 12 kali pelatihan pengembangan diri, 3 kali kunjungan industri, dan kegiatan harian khas pesantren. 

Dalam kegiatan magang virtual tersebut, para santri dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh dari sekolah masing-masing ke dalam dunia kerja dengan dibimbing para mentor di area digital marketing, administrasi, hingga pembuatan konten. Pada malam hari dan akhir pekan, para santri mendapatkan pelatihan pengembangan diri dengan ragam topik seperti kepemimpinan, penyelesaian masalah, berbicara depan umum, pembuatan CV, persiapan menghadapi wawancara kerja, dan juga kewirausahaan.

Kemudian, kunjungan industri dilakukan supaya para santri dapat berinteraksi dengan tenaga kerja profesional utamanya tentang strategi pencapaian visi dan misi perusahaan. Di sela-sela kegiatan, para santri juga berkesempatan menimba ilmu agama dan mengasah keterampilan seni hadrah di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, di Gandaria Selatan, Jakarta. [USU]