Dark/Light Mode

Wahai Para Insinyur, Ayo Ikutan Ubah Pandemi Jadi Endemi

Minggu, 26 September 2021 09:47 WIB
Ketua Umum PII Pusat Heru Dewanto (Foto: Istimewa)
Ketua Umum PII Pusat Heru Dewanto (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persoalan kesehatan di berbagai negara sebetulnya tidak hanya dibebankan kepada para dokter tapi juga urusan insinyur. Karena itu, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat mendorong para insinyur untuk ikut terlibat dalam proses perubahan status pandemi Covid-19 jadi endemi. 
 
Ketua Umum PII Pusat Heru Dewanto mengungkapkan, para insinyur memiliki kesiapan untuk terlibat lebih jauh dalam bidang kesehatan. Termasuk, untuk menyukseskan rencana pemerintah serta Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengubah status pandemi Corona menuju endemi. 
 
“Meski sudah menjadi endemi tetap kita harus berhati-hati. Karena endemi ini adalah Covid-19,” tuturnya, dalam Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2021 yang berlangsung virtual, kemarin. 
 
Jika menjadi endemi, tingkat penyebaran virus Corona sudah terisolir hanya di daerah-daerah tertentu. Tapi endemi Corona ini, diingatkan Heru, mungkin bisa berbeda dengan endemi demam berdarah dari sisi penanganannya. 
 
Endemi Covid-19 disalurkan lewat manusia, sehingga ada kekhawatiran muncul yang namanya hyper endemi. Itu misalnya,” tegasnya. 
 
Heru kembali menjelaskan, permasalahan Covid-19, bukan hanya tugas para tenaga medis. Para insinyur juga punya andil untuk berpartisipasi. Yakni, membantu para dokter dengan menciptakan teknologi baru di bidang kesehatan. Meski tidak terlihat secara langsung, rupanya banyak insinyur sudah terlibat dalam mengatasi pandemi. 
 
“Dokter selama ini bekerja, semua menggunakan teknologi. Teknologi kesehatan itu kan sumbernya berasal dari para insinyur,” bebernya. 
 
Heru Heru mengakui, di luar negeri hal tersebut sudah umum terjadi. Tapi di Indonesia, melibatkan pemikiran para insinyur di dunia kesehatan masih jarang. Nah, rencana mengubah pandemi menjadi endemi bisa menjadi momentum. 
 
“Untuk itulah kami mengajak para insinyur untuk maju ke depan, bersama-sama menjadi pilar ketahanan kesehatan nasional bersama dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya,” ajaknya. [JAR]