Dewan Pers

Dark/Light Mode

7 Perusahaan Pelat Merah Akan Dibubarkan

BUMN Bakal Terpacu Berkinerja Lebih Baik

Selasa, 28 September 2021 06:50 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Dok. Kementerian BUMN).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Dok. Kementerian BUMN).

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membubarkan tujuh perusahaan pelat merah, sudah tepat. Hal itu dapat memacu kinerja BUMN lainnya agar lebih cermat dalam mengelola bisnis.

Ketujuh perusahaan pelat merah yang masuk daftar pem­bubaran, yakni PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Is­taka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Indus­tri Sandang Nusantara (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

Pengamat BUMN dari Uni­versitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, pembubaran itu sebagai langkah tepat. Karena, kondisi perusahaan sudah mati suri. Para pemegang saham su­dah tidak sanggup menjalankan operasional perusahaan. Ketujuh perusahaan itu juga tidak mem­berikan kontribusi atau keuntungan bagi negara sekian.

“Hal lainnya. Ini (pembubaran) jadi warning bagi BUMN lain. Bahwa yang tidak berkinerja dengan baik, bisa dibubarin,” ungkap Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Persiapan Pengamanan PON, Mahfud Bakal Gelar Gladi Bersih

Menurut Toto, pembubaran ketujuh BUMN itu bagian dari aksi transformasi Kementerian BUMN. Pembekuan perusahaan akan memperbaiki kondisi pa­reto perusahaan pelat merah.

Dijelaskannya, prinsip pareto merupakan suatu prinsip bisnis yang menyatakan bahwa 80 persen dari kinerja merupakan hasil dari 20 persen upaya perusahaan tersebut. Adanya likuidasi, secara perlahan bisa membuat kondisi pareto BUMN bisa diperbaiki.

Soal nasib SDM (Sumber Daya Manusia) BUMN yang terkena likuidasi, Toto menyarankan, agar karyawan yang memiliki potensi dan bakat tetap difasili­tasi masuk ke BUMN lain.

“Sayang sekali kalau ada SDM yang benar-benar berbakat, tetapi tidak bisa memberikan kontribu­si bagi negara,” sarannya.

Berita Terkait : Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste Terima 144 Senjata Api Dari Warga

Untuk diketahui, rencana pembubaran tujuh BUMN muncul dari keinginan Menteri BUMN Erick Thohir. Saat Salah satu pertimbangannya, untuk mem­berikan kepastian bagi para pegawai perusahaan itu.

“Kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung,” jelas Erick dalam keterangan resmi, Kamis (23/9).

Penutupan sejumlah BUMN itu, sambung Erick, juga tak lepas dari pertimbangan bahwa kepu­tusan Pemerintah harus diambil semakin cepat. Terutama di era pasar bebas seperti saat ini.

Erick menyebut, restrukturi­sasi beberapa BUMN sebelum­nya membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni 9-12 bulan.

Berita Terkait : Perpusnas Beri Apresiasi Ke Pustakawan Dan Pemustaka Terbaik

“Waktu yang lama itu karena ada kepentingan lintas kemen­terian. (Tapi kini) percepatan pengambilan keputusan itu sangat penting,” kata mantan Bos Inter Milan ini.
 Selanjutnya