Click Here

Dark/Light Mode

Jokowi Tetapkan Pasukan Komcad

Realisasi Pembentukan Pertahanan Rakyat Semesta

Kamis, 7 Oktober 2021 18:40 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo melakukan inspeksi barisan anggota Komponen Cadangan. (Foto: Dok. Kemenhan)
Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo melakukan inspeksi barisan anggota Komponen Cadangan. (Foto: Dok. Kemenhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Pertahanan Andi Widjajanto menilai positif penetapan Komponen Cadangan (komcad) oleh Presiden Jokowi, Kamis (07/10).

“Penetapan Komcad menandakan keseriusan Pemerintah melaksanakan mandat Pasal 30 UUD 1945 yang memberi mandat pembentukan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta yang bertumpu kepada TNI sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung,” ungkap Andi dalam keterangan tertulisnya, kamis (07/10).

Mandat konstitutional ini, lanjut Andi, telah dioperasionalkan dalam Undang-Undang (UU) Pertahanan Negara dan UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Dengan pengaturannya, komponen utama, cadangan, dan pendukung, yang harus disiapkan secara dini oleh Pemerintah.

Berita Terkait : Dubes Jerman Ina Lepel, Ucapkan Hari Penyatuan Jerman Via Sosmed

Menurut Andi, penting untuk ditekankan, arahan strategis Presiden untuk terus memperkuat budaya strategis militer. Pembentukan Komcad harus terkait dengan penguatan budaya dan keyakinan strategis Indonesia tentang perang dan damai. Komcad bukan hanya sekadar perekrutan dan pelatihan dasar kemiliteran bagi warga negara. Komcad bukan hanya sekadar pembentukan satuan-satuan baru yang mampu menjadi pengganda kekuatan bagi batalion, skuadron, atau armada.

“Komponen Cadangan terkait dengan kepercayaan strategis tentang gelar pertahanan berlapis, gelar pertahanan dalam, paradigma perang total, dan konsepsi perang berlarut yang menjadi inti dari doktrin militer Indonesia,” ujarnya.

Tiga Tantangan

Berita Terkait : Kepala BNPT Bawa Pesan Persatuan Dalam PON XX Papua

Andi menyebutkan, ada tiga tantangan utama dihadapi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam menjalankan arahan Presiden untuk pembangunan Komcad. Pertama, perimbangan alokasi sumber daya, sehingga pembentukan komponen cadangan bisa dilakukan proporsional dengan tetap memprioritaskan program modernisasi kekuatan TNI. Kedua, melakukan proses adaptasi budaya strategis sehingga dinamika lingkungan strategis, perkembangan teknologi militer terkini, dan karakter pertempuran modern bisa diadopsi dalam proses pembentukan Komcad. Dan, ketiga, memastikan gelar Komcad tidak lagi mengulang jejak historis politik militer ABRI.

“Komponen Cadangan dibentuk semata-mata sebagai bagian integral sistem pertahanan rakyat semesta yang hanya bisa dimobilisasi untuk kepentingan pertahanan negara, dan dilakukan atas keputusan politik negara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi mengukuhkan 3.103 anggota Komcad TNI. Mereka berasal dari Rindam Jaya 500 orang, Rindam III/Siliwangi 500 orang, Rindam IV/Diponegoro 500 orang. Kemudian, Rindam V/Brawijaya 500 orang, Rindam XII/Tanjungpura 499 orang, dan Universitas Pertahanan 604 orang. Mereka hasil seleksi dari proses pembentukan Komcad yang dimulai sejak Mei 2021. [SRF]