Dewan Pers

Dark/Light Mode

IDI Harap, Tak Ada Gelombang Ketiga Covid-19 Di Indonesia

Kamis, 7 Oktober 2021 22:10 WIB
Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi PB IDI Mahesa Paranadipa (Foto: Istimewa)
Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi PB IDI Mahesa Paranadipa (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Mahesa Paranadipa berharap, tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia. Untuk mencegah gelombang ketiga itu, dia mendorong agar vaksinasi lebih dikebut lagi.

"Meskipun kita sudah melewati gelombang kedua dan ada prediksi gelombang ketiga dan seterusnya, tentu kita berharap tidak akan terjadi hal tersebut," kata Mahesa, dalam Serial Webinar Tim Mitigasi PB IDI bertajuk "Akselerasi Program Vaksinasi untuk Indonesia Sehat, Indonesia Tangguh", Kamis (7/10), seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Jepang Mau Kembangkan Teknologi Hutan Berkelanjutan Di Indonesia

Dia menerangkan, kerja para tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 selama puncak gelombang kedua pada Juni hingga Juli 2021 sangat berat. Penanganan tersebut merupakan periode traumatis. Pasien-pasien bergelimpangan, tenaga kesehatan berguguran.

Mahesa berharap, periode tersebut tidak terulang kembali. “Kita tidak ingin terulang kembali," imbuhnya.

Berita Terkait : Mau Kabur, Pasien Covid Nyangkut Di Jendela RS

Dia mengapresiasi diberikannya vaksin ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan. Namun, Mahesa lebih mendorong pemerataan vaksinasi Covid-19 di masyarakat sehingga cepat terbentuk kekebalan kelompok.

"Program-program yang diselenggarakan pemerintah terkait dengan vaksinasi ini terus kita dukung. Khusus untuk tenaga kesehatan, walaupun sudah ada vaksinasi booster, namun yang kita dorong adalah cakupan vaksinasi untuk seluruh masyarakat," katanya.

Berita Terkait : Ajaib Group Jadi Unicorn Ke-7 Di Indonesia

Dengan semakin banyak warga yang sudah divaksin, lanjutnya, akan menurunkan jumlah kasus baru. "Dengan cakupan vaksinasi yang cukup luas, imunitas komunal terbentuk, herd immunity terbentuk, kita berharap kasus-kasus baru tidak ada lagi," katanya. [USU]