Dark/Light Mode

Erick Kecewa Gojek Cs Dikuasai Asing

BUMN Suntik Dana Ke Belasan Startup Lokal

Senin, 11 Oktober 2021 06:50 WIB
Menteri BUMN Melakukan konfersi pers di Lobby Gedung Kementerian BUMN. (Foto: Dok. Kementerian BUMN).
Menteri BUMN Melakukan konfersi pers di Lobby Gedung Kementerian BUMN. (Foto: Dok. Kementerian BUMN).

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkatkan jejaring bisnisnya pada perusahaan rintisan (startup) lokal, diyakini bakal memberikan kontribusi positif. Sebab, prospek usaha pada platform digital diramal terus tumbuh.

Pengamat ekonomi digital dari Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai, permintaan Menteri BUMN Erick Thohir agar BUMN turun gunung membiayai startup lokal sebagai hal yang patut ditindaklanjuti. Karena harus diakui, beberapa platform teknologi Indonesia, Singapura tercatat menjadi pemilik saham paling besar di sini.

“Seharusnya memang penyediaan dana untuk startup lokal hadir di dalam negeri. Kalau dulu, boleh saja BUMN takut membiayai startup. Tapi kalau sekarang, justru startup ini jadi peluang bisnis yang besar,” terang Huda kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Aliansi Kebangsaan Dukung MPR Miliki Kewenangan Tetapkan PPHN

Menurut Huda, ekosistem pendanaan startup akan semakin berkembang pesat dengan masuknya BUMN ke startup lokal sebagai investor.

Dia mengungkapkan, sebenarnya beberapa BUMN sudah mulai ada yang tertarik menjadi investor startup. Namun memang tidak banyak.

“Misalnya, Telkom, Telkomsel, Bank Mandiri, BRI ini rajin, mereka sudah beberapa kali menanamkan uangnya ke perusahaan teknologi lokal. Semakin banyak yang berkontribusi akan semakin bagus,” ujar Huda.

Berita Terkait : Yasonna (Biasanya) Selalu Keluar Dari Lobang Jarum

Apakah perlu BUMN secara khusus membangun entitas equity financing untuk membiayai startup? Huda measa hal tersebut belum dibutuhkan.

“Belum urgent membentuk holding capital venture khusus BUMN untuk membiayai startup. Mungkin saat ini diserahkan ke masing-masing BUMN dulu, membiayai secara langsung sesuai tujuan dan core business masing-masing BUMN ini,” sarannya.

Sebagai informasi, ada beberapa BUMN yang konsisten memberikan pembiayaan kepada startup. Sebut saja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya Metra Digital Innovation Pte Ltd (MDI Ventures) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Berita Terkait : Kurangi Kemacetan, Lippo Cikarang Buka Akses Jalan Delta Silicon 8-Cibarusah

Lalu ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang juga aktif membiayai startup lewat BRI Ventures. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui anak usahanya bergerak di modal ventura yaitu PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Utama MCI Eddi Danusaputro menegaskan, anak usaha Bank Mandiri yang fokus di modal ventura ini sudah berinvestasi di startup sejak 2016. “Bahkan saat ini di portfolio kami ada 15 investees (penerima dana). Namun untuk nominal rupiahnya, kami tidak bisa disclose,” ucap Eddi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Beberapa kategori startup yang dibiayai di antaranya, sektor financial technology (fintech) multi vertikal, dari pembayaran, peminjaman, penasihat keuangan, perusahaan kecil menengah. Hingga penyedia teknologi finansial seperti MTI/Yokke, LinkAja, PTEN, Investree, Amartha, Koinworks, Crowde, Gojek, Cashlez, Mekari, PrivyID, Halofina, iSeller, dan Bukalapak.
 Selanjutnya