Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenag Temui Dubes Saudi, Tanya Kejelasan Soal Umroh

Kamis, 29 Juli 2021 23:28 WIB
Plt Dirjen PHU Khoirizi (kiri) menemui Duta Besar Arab Saudi Esham Altsaqafi, di Jakarta, Kamis (29/2). (Foto: Antara)
Plt Dirjen PHU Khoirizi (kiri) menemui Duta Besar Arab Saudi Esham Altsaqafi, di Jakarta, Kamis (29/2). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi menemui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esham Altsaqafi, di Jakarta, Kamis (29/2). Khoirizi datang untuk meminta kejelasan soal dibukanya kembali umroh, yang rencananya dimulai 10 Agustus 2021.

"Kami meminta penjelasan kepada Duta Besar, mengenai teknis detail pelaksanaan umrah di masa pandemi," ujar Khoirizi, di Jakarta, Kamis (29/7), seperti dikutip Antara.

Khoirizi mengatakan, pihaknya ingin mendapatkan informasi yang utuh soal pelaksanaan umroh tahun ini. Pasalnya, terdapat sejumlah informasi yang beredar mengenai persyaratan umroh.

Berita Terkait : Mendagri Apresiasi Bupati Tangerang Sukses Turunkan Kasus Corona

Dalam syarat yang tertuang dari pengumuman Saudi, sembilan negara, termasuk jemaah asal Indonesia, harus menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Arab Saudi. Kemudian, Saudi hanya mengakui empat jenis vaksin yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Sedangkan masyarakat Indonesia, mayoritas telah mendapatkan vaksin Sinovac harus mendapatkan satu dosis penguat (booster) dari empat vaksin rekomendasi.

"Banyak hal yang berkembang, dan kami meminta informasi resmi dan valid agar isu-isu terkait dengan umroh lebih jelas," jelasnya.

Dalam pertemuan itu, kata Khoirizi, Pemerintah mendapat sejumlah informasi dari Dubes Saudi. Salah satunya terkait vaksin.

Berita Terkait : Dirjen Kemenkumham Anggap Perubahan Statuta UI Hanya Persoalan Politik

Menurut Khoirizi, Esham menyatakan bahwa yang terpenting adalah vaksin Sinovac sudah mendapatkan persetujuan dari WHO. Esham juga mengatakan bahwa pihaknya sangat memahami psikologi umat Islam, khususnya di Indonesia, serta kerinduan mereka umroh.

"Oleh karena itu, kita semua berharap pandemi ini segera dapat diatasi dengan baik, sehingga bisa kembali seperti sediakala" kata Khoirizi, menyampaikan harapan Esham.

Mengenai detail edaran yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi, termasuk yang berkenaan dengan Indonesia, masih terus dikoordinasikan. "Dubes tadi mengatakan bahwa pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Informasinya, akan ada ketentuan detail terkait penyelenggaraan umrah 1443 H, termasuk yang terkait jamaah umroh Indonesia," kata Khoirizi.

Berita Terkait : Kemenag Terbitkan Edaran Penerapan Kegiatan Keagamaan Saat PPKM

Kepada Esham, Khorizi juga menyampaikan harapan agar jemaah Indonesia mendapat kesempatan jika umroh mulai dibuka pada 1 Muharram 1443 H. "Jumlah antrian jemaah umroh yang tertunda keberangkatannya cukup banyak dan sudah hampir dua tahun menunggu," ujarnya. [USU]