Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Awas, Status ASN Novel Baswedan Bisa Jadi Batu Loncatan Kembali Ke KPK
Senin, 8 November 2021 16:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus menilai, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan punya agenda sendiri jika bergabung dengan Polri.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berbesar hati menerima Novel dan kawan-kawannya bergabung ke institusinya, meskipun dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di KPK.
Baca juga : Duh, Situs PeduliLindungi Palsu Kembali Ditemukan
Namun Petrus melihat, jika Novel cs bergabung dengan Polri, dia bisa menjadikan Bareskrim tempat transit agar kelak bisa kembali ke KPK.
"Ini adalah strategi politik jangka panjang, karena bagi Novel lebih baik mundur selangkah untuk gapai sukses yang lebih besar," ujarnya, saat dihubungi, Senin (8/11).
Baca juga : MAKI: Itu Bentuk Penghargaan
Merekrut Novel dkk, kata Petrus, bisa saja tidak memberi solusi bagi penciptaan ASN yang berwawasan kebangsaan di Bareskrim Polri. Sebab mereka sudah membentuk "karakter pembangkang" yang selama ini kerap melawan pimpinan KPK secara terbuka.
Karena itu, jika Novel dkk menerima tawaran Kapolri, maka hal itu harus diwaspadai. Sebab, manajemen di Kepolisian bersifat hirarki. "Sehingga Bareskrim sesungguhnya bukanlah habitat yang cocok bagi Novel dkk," tutur Petrus.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya