Dark/Light Mode

Tanpa Kuota, Mati Gaya

Senin, 20 Januari 2020 02:02 WIB
Ngopi - Tanpa Kuota, Mati Gaya
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Penggunaan telepon genggam sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tak terelakkan dalam kehidupan masyarakat sekarang. Dari jumlah seluruh masyarakat Indonesia, mungkin hanya 10 persennya saja yang tidak menggunakan alat komunikasi yang akrab disebut HP ini.

Rudi, salah satu pemilik konter HP dan pulsa di dekat rumah saya, menyebutkan, hampir semua anak-anak dan orang dewasa bisa menggunakan HP. “Cuma bayi, manula, dan orang yang buta teknologi saja yang tidak bisa menggunakan HP. Selebihnya sudah bisa menggunakan,” katanya.

Tak berapa lama duduk ngobrol di konter Rudi, datang dua orang pelanggan bernama Susi dan Desi. Masing-masing membawa HP dengan merek dan produsen berbeda.

Susi menggunakan HP asal Amerika Serikat dan Desi menggunakan HP asal China. Entah kenapa, keduanya tiba-tiba meributkan HP yang lemot.

Berita Terkait : Terserang Panas di Pondok Pesantren

“HP lu HP China sih, jadi lemot dan gampang di-hack (dibajak). Makanya pake HP kaya gua dong, lebih kuat, bandel, dan nggak gampang dibajak,” kata Susi menyindir Desi.

Tak mau dihina, Desi menyebut HP Susi terlalu mahal. Kalau rusak, biaya perbaikannya juga menguras kantong.

“Ah HP kaya lu mah mahal nggak sebanding sama pekerjaan lu. Buat apa hidup cuma mikirin HP mulu,” balasnya, tak mau kalah. Keduanya memang buruh pabrik di sekitar Kota Tangerang. Penghasilannya sudah pasti pas-pasan. Habis untuk biaya kontrakan, cicilan motor, bensin, makan, dan pulsa.

Tak lama kemudian, Desi menanyakan prihal lemotnya HP China yang miliki kepada Rudi. Rudi memerangkan, lemotnya HP Desi bukan karena ada yang nge-hack, tapi kuota datanya sudah habis.

Berita Terkait : Naik Gunung Lagi

“Ini sih kuota si Mbak nya yang sudah habis. Mau HP apa pun, kalau kuota habis, pasti lemot Mbak,” jelas Rudi.

Mendengar itu, Desi dan Susi hanya nyengir. Setelah mengisi kuota data, keduanya meninggalkan konter Rudi. Rudi lalu kembali ngobrol dengan saya. Dalam obrolan itu, Rudi menyebutkan, saat ini kuota data jadi kebutuhan pengguna HP, bahkan ada yang sampai ngamuk dan bela-belain nggak makan sehari untuk beli kuota.

“Mau HP China, Korsel, atau Amrik, sebenarnya sama saja. Kalau kaga ada kuota data, pasti tak berdaya. Malah ada juga yang ngamuk minta duit buat beli pulsa kuota data. Tapi, ada juga yang gaya-gayaan nongkrong di cafe cuma untuk nyari Wifi gratisan,” ucapnya.

Rudi menuturkan, masalah HP buatan China, Korsel, atau Amerika hanya urusan gaya saja. Tapi, sebenarnya masalah fungsi semua saat ini hampir sama. “Hanya masalah gaya aja sih. Tapi, mau HP apa pun itu, kalau pulsa atau kuota data habis pasti mati gaya,” pungkasnya. 

Berita Terkait : Ngomongin Rudal

Edy Burnama, Wartawan Rakyat Merdeka