Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terima Komunitas 7Elf Ocean, Bamsoet Dorong Gerakan Wakaf Nasional

Rabu, 8 Desember 2021 14:12 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) menerima komunitas industri kreatif 7Elf Ocean dan Global Wakaf ACT, di Jakarta, Rabu (8/12). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) menerima komunitas industri kreatif 7Elf Ocean dan Global Wakaf ACT, di Jakarta, Rabu (8/12). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menekankan, sebagai salah satu ajaran Islam yang memiliki nilai kepedulian dan berbagi, wakaf tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan sosial. Tapi juga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sejarah mencatat, awal dari gerakan wakaf diperlihatkan masyarakat Aceh yang antusias mengumpulkan uang mencapai 130.000 straits dolar untuk membeli pesawat pertama kepresidenan, Seulawah RI-01. Sejarah juga mencatat bahwa lapisan emas Tugu Monas, lingkaran Stadion Gelora Bung Karno, hingga bangunan utama Gedung DPR/MPR, tidak lepas dari gerakan wakaf," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima komunitas industri kreatif 7Elf Ocean dan Global Wakaf ACT, di Jakarta, Rabu (8/12).

Berita Terkait : Sandi: Desa Wisata Bangkitkan Ekonomi Nasional

Komunikasi 7Elf Ocean yang hadir antara lain Khadijah Ayrrizha Vebee, Hendro Kusumo Jati, Zehra, dan Daniel. Sedangkan dari ACT hadir Presiden Global Wakaf Imam Akbari.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, dengan pemeluk Islam Indonesia mencapai 200 juta lebih penduduk, Badan Wakaf Indonesia memproyeksikan potensi wakaf tunai di Tanah Air mencapai Rp 180 triliun per tahun. Namun, realisasinya masih minim. Menurut perkiraan Majelis Ulama Indonesia (MUI), masih di bawah 10 persen.

Berita Terkait : Pertamina Hulu Mahakam Dorong Nelayan Melek Teknologi

"Membumikan wakaf melalui novel, seperti yang dilakukan Mahdavi dengan karya novel 'Hafidz', patut diapresiasi. Tidak sekadar menjadi novel pertama di Indonesia yang menceritakan secara khusus tentang wakaf, hasil penjualan novel ini juga diwakafkan melalui Global Wakaf ACT," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, sosok Hafidz sebagai pemeran utama dalam novel ini, merupakan role model bagi generasi muda. Sosok yang sangat representatif untuk menjadi seorang pemimpin, dengan ilmu pengetahuan, pribadi yang saleh, serta berbakti kepada orang tuanya.

Berita Terkait : Era Digital Di Depan Mata, ALFI Dorong Pengusaha Bertransformasi

"Karenanya, siapa pun harus membeli dan membaca novel ini. Sehingga bisa terinspirasi untuk menjadi pribadi yang baik. Sekaligus terinspirasi untuk mendukung gerakan wakaf nasional sesuai kemampuan yang dimiliki," pungkas Bamsoet. [USU]