Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kurangi Sampah Makanan, Electrolux Gencar Kampanyekan Make It Last
Selasa, 30 November 2021 19:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan elektronik ternama Electrolux gencar mengkampanyekan mengurangi sampah makanan. Melalui kampanye bertajuk Make It Last, Electrolux mendorong masyarakat untuk membangun budaya makan secara berkesadaran, berkelanjutan, dan sehat.
Presiden Direktur Electrolux Indonesia Iffan Suryanto mengatakan, Electrolux mempromosikan pola makan berkelanjutan dengan membantu konsumen mengurangi limbah makanan, mengadopsi pola makan nabati, dan meminimalkan kehilangan nutrisi saat memasak melalui berbagai peralatan dapur terbaik di kelasnya.
Kampanye ini telah diluncurkan ke kawasan negara Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, dan akhirnya resmi diluncurkan di Indonesia pada penghujung tahun 2021.
"Sebagai pemimpin global di industri kami, Electrolux menginspirasi dan memberdayakan konsumen untuk menjalani gaya hidup yang lebih baik dan lebih berkelanjutan," ujarnya, di Jakarta, Selasa (30/11).
Menurutnya, saat ini 30 persen emisi global berasal dari industri makanan. Namun, sepertiga atau 1,3 miliar ton dari produksi pangan global terbuang sia-sia setiap tahun.
Di Indonesia, timbulan food loss and waste (FLW) dari tahun 2009 hingga 2019 mencapai 23-48 juta ton/tahun atau setara 115-184 kg/kapita/tahun.
Baca juga : Kunjungi AS, Yasonna Sosialisasikan Pelayanan Kewarganegaraan Dan Imigrasi
Head Of Marketing Communications Electrolux, Peggy Anastasia mengatakan, mengurangi sampah makanan bisa dilakukan dengan memaksimalkan bahan-bahan makanan yang ada. Artinya, kita harus bertanggung jawab terhadap makanan yang sudah dibeli.
"Jadi, kita harus berpikir dulu sebelum membeli makanan. Kita menyarankan untuk memperbanyak sayur dalam satu porsi, karena makan sayur itu sangat baik untuk kesehatan. Makan sayur juga bisa mengurangi limbah, di mana emisi karbonnya lebih rendah," jelas Peggy.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk mengurangi konsumsi dagaing. Soalnya, butuh proses panjang untuk mengolah daging menjadi makanan yang bisa disantap.
Baca juga : Makin Ditekan, Elektabilitas Ganjar Malah Makin Nanjak
"Itu emisi karbondioksidanya banyak sekali. Jadi, kami menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak sayur," saran dia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya