Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perhatikan Masukan Para Ahli Pendidikan
Jangan Ganti Menteri Ganti Juga Kurikulum
Rabu, 19 Januari 2022 07:10 WIB
Sebelumnya
Peraturan Presiden (Perpres) terkait pendidikan vokasi diharapkan dapat segera disahkan untuk menjawab persoalan tersebut.
“Mudah-mudahan Kadin ke depan diajak juga duduk bersama,” kata Dasril.
Dasril mengaku, selama ini Kadin hanya diundang sebagai pembicara oleh dunia pendidikan. Dengan hadirnya Perpres ini, Kadin dapat disertakan dari awal dalam menentukan kebijakan di sektor pendidikan terutama di pendidikan vokasi. Tidak bisa dipungkiri, masih banyak pihak yang belum paham soal pendidikan vokasi tersebut.
Baca juga : Didiskriminasi, Muslim Sri Lanka Kini Dimusuhi
“Karena pendidikan kita kan ada SMK negeri dan swasta, perguruan tinggi juga demikian. Perhatian pemerintah masih terfokus ke negeri, swasta ini yang perlu kita prioritaskan juga kebersamaan tentang pendidikan vokasi ini,” jelasnya.
Dasril mengingatkan guru dan dosen saat ini sebagian besar belum pernah bekerja di industri. Sementara kurikulum dan materi yang mereka ajarkan tidak nyambung dengan dunia usaha dan industri. Inilah yang melatari banyak lulusan pendidikan tidak terserap di dunia industri.
“Dalam penyusunan kurikulum itu, industri ikut dilibatkan dong. Jangan bikin kurikulum, waktu finishing-nya baru undang industri. Kita kan nggak bisa lagi beri masukan, sudah menjadi kurikulum, silabi dan materi ajar. Ini yang terjadi selama ini, sudah bertahun-tahun,” ujarnya.
Baca juga : KJP Medical Center Depok Buka 24 Jam
Terkait Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, lanjutnya, ada dua hal, yakni magang antarkampus dan magang ke industri. Kalau magang antarkampus, mahasiswa bisa memilih program studinya dengan universitas atau sekolah tinggi yang lain.
Begitu juga dengan pendidikan vokasinya. Namun, hal ini berbeda jika dikaitkan dengan magang di industri.
“Magang di industri itu harus dibekali sejak awal baru bisa magang. Bukan diberikan saat sudah MoU (Memorandum of Understanding) dengan industri langsung magang. Kami di industri juga bingung. Kalau tidak diterima susah juga,” ujarnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya