Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wujudkan Indonesia Emas, Generasi Muda Perlu Kuasai Teknologi
Rabu, 16 Februari 2022 20:01 WIB
Sebelumnya
Kurangi Angka Pengangguran
Guru Besar Manajemen FEB Universitas Airlangga, Badri Munir Sukoco berpendapat perlu kerja keras bagi bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju karena membutuhkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca juga : Robert Alberts Gondok Persib Ditahan PSIS Semarang
Kondisi pandemi Covid-19 dan rendahnya relevansi tenaga kerja terhadap lapangan kerja yang tersedia, ujar Badri, menyebabkan pertambahan angka pengangguran saat ini.
Salah satu upaya agar tenaga kerja mampu terserap, menurut Badri, adalah dengan melakukan transformasi ekonomi lewat dua hal yaitu peningkatan kualitas SDM dan menetapkan sejumlah sektor untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi agar mampu tumbuh di atas 10 persen.
Baca juga : Bawa Singo Edan Ke Puncak, Almeida Diganjar Pelatih Terbaik Januari
Karena, ujar Badri, untuk menjadi negara maju, bangsa Indonesia harus mampu masuk pada kelompok negara dengan high income yang berciri memiliki industri services 69,70 persen yang sangat mengandalkan kualitas SDM yang tinggi.
Pada kesempatan itu, Badri mengungkapkan pengalaman Tiongkok saat menuju negara maju. Dia mengungkapkan, ketika itu Tiongkok melibatkan perguruan tinggi dalam sejumlah penelitian di bidang algoritma, bahan baterai dan sejumlah teknologi masa depan seperti robotik dan teknologi molekuler, agar Negeri Tirai Bambu itu akhirnya mampu masuk menjadi negara maju.
Baca juga : Makan Konate Siap Kerja Keras Angkat Persija Ke Papan Atas
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengkonfirmasi bahwa pandemi Covid-19 benar berdampak pada kalangan muda. Hal itu terungkap pada meningkatnya klaim Jaminan Hari Tua (JHT) pada pekerja milenial yang mengundurkan diri dan terkena PHK di masa pandemi.
Menurut Anggoro, di masa pandemi ini terjadi shifting pasar kerja dari sektor formal ke sektor informal. Para pekerja yang keluar dari sektor formal saat ini, ungkap Anggoro, belum masuk kembali ke sistem perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya