Dark/Light Mode

Bamsoet Ajak Lestarikan Burung Khas Indonesia, Harganya Capai Rp 1 M

Minggu, 27 Maret 2022 15:11 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak komunitas pecinta burung terlibat aktif dalam mengedukasi masyarakat untuk mencintai satwa, serta terlibat aktif dalam kegiatan penangkaran burung khas Indonesia. Menurut politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, merupakan kewajiban bersama untuk melestarikan burung khas Indonesia agar tidak punah.

"Komunitas pecinta burung memiliki peran strategis memberikan edukasi pentingnya menjaga burung khas Indonesia dari kepunahan. Termasuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan perburuan liar serta menjaga habitat burung di kawasan alam aslinya," ujar Bamsoet, saat membuka Lomba Burung Berkicau Road to Piala Ketua MPR 2022, di Blackstone Beach Bali, Minggu (27/3).

Baca juga : KPH Kendilo Akan Lanjutkan Program FIP 2

Lomba Burung Berkicau Road to Piala Ketua MPR 2022 ini diikuti 700 peserta. Mempertandingkan 32 kelas perlombaaan. Antara lain murai batu, cucak hijau, kacer, kenari, cendet, anis merah, LB fighter, dan SRDC.

"Burung yang kerap memenangkan perlombaan memiliki nilai ekonomis tinggi. Sampai saat ini burung murai batu yang telah memenangkan berbagai kontes harganya bisa mencapai Rp 1,2 miliar. Kita harap nantinya nilai jual burung Pemenang Lomba Burung Berkicau Piala Ketua MPR bisa pecahkan rekor di atas Rp 1,2 miliar," kata Bamsoet.

Baca juga : Milenial Garut Pastikan Dukung Airlangga Hartarto Di Pilpres 2024

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, Indonesia merupakan negara keempat yang memiliki spesies burung terbesar di dunia setelah Kolombia, Peru dan Brasil. Tercatat setidaknya ada sekitar 1.812 spesies. Namun, akibat habitat asli ataupun perburuan liar, banyak spesies burung yang terancam punah. Termasuk burung berkicau yang menjadi keunggulan Indonesia, seperti kucica hutan, cucak rowo, jalak suren, hingga burung kacamata atau pleci.

"Sebagai negara megadiverse atau negara yang memiliki keanekaragaman hayati, Indonesia memiliki tanggung jawab moral agar 1.812 spesies burung, 515 spesies mamalia, dan banyak lagi satwa yang hidup di alam Indonesia, tidak punah akibat ulah manusia. Sehingga para anak cucu kita masih bisa melihat langsung beragam burung khas Indonesia. Pecinta burung juga secara ekonomi melalui penangkaran, ekonomi kerakyatan tumbuh, pertumbuhan ekonominya sekitar Rp 2 triliun per tahun. Mulai dari sisi penangkaran, pakan, sangkar, dan obat-obatan," ujar Bamsoet.

Baca juga : Isi Mukernas KAMMI, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Rawat Indonesia, Cegah Negara Gagal

Berdasarkan data Burung Indonesia, jumlah jenis burung di Indonesia tercatat 1.769 jenis. Tercatat 531 jenis burung yang statusnya dilindungi, antara lain jenis elang, jalak bali, rangkong gading, kasuari, gelatik jawa, cucak rowo, dan lain-lain. Selain itu Indonesia juga memiliki jumlah burung endemik tertinggi di dunia. Di Indonesia tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik, yaitu jenis burung yang tidak dapat ditemukan di negara lain di dunia.

"Ini merupakan sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah kepada kita. Oleh karena itu, saya sangat menghargai banyaknya perlombaan dan penangkaran burung yang ada di banyak daerah sekarang ini," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.