Dewan Pers

Dark/Light Mode

Puan: Tindak Tegas Penyalahgunaan Distribusi Solar Bersubsidi!

Rabu, 30 Maret 2022 13:25 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Instagram/puanmaharaniri)
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Instagram/puanmaharaniri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Krisis pasokan biosolar bersubsidi yang terjadi di sejumlah sampai ke telinga Ketua DPR Puan Maharani. Puan pun meminta Pemerintah memastikan keamanan pasokan solar agar tindak menghambat distribusi logistik saat Ramadan dan Lebaran.

“Sebentar lagi kita akan memasuki Ramadan. Krisis biosolar yang terjadi harus segera diatasi. Pemerintah harus bisa pastikan keamanan pasokan biosolar agar tidak mengganggu distribusi pengangkutan logistik,” kata Puan, Rabu (30/3).

Kelangkaan solar bersubsidi telah memicu permasalahan berantai di berbagai daerah. Tak hanya mengganggu distribusi logistik, kondisi tersebut juga menimbulkan kerugian bagi petani akibat hasil tanamnya kesulitan didistribusikan.

Berita Terkait : Dana Global Dalam Penanggulangan TB Dunia Terbatas, Prof. Tjandra Kasih Solusi

Alhasil, banyak hasil pertanian yang tak bisa terjual dan memengaruhi harga beberapa komoditas di pasaran, khususnya cabe dan sayuran. Kelangkaan solar bersubsidi pun berpengaruh terhadap produktivitas nelayan.

Karena itu, Puan meminta masalah krisis solar bersubsidi segera dicarikan jalan keluarnya. “Sejalan dengan rapat antara Komisi VII DPR dan pihak Pemerintah, kami meminta agar ada penambahan kuota biosolar bersubsidi sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai bos Senayan itu.

Puan memahami adanya pengurangan kuota biosolar bersubsidi tahun ini akibat pandemi Covid-19. Namun, ia juga mengingatkan Pemerintah mengenai peningkatan permintaan biosolar menyusul faktor pemulihan ekonomi.

Berita Terkait : Ini Tips Memilih Perusahaan Asuransi Mobil

“Kondisi ini harus menjadi pertimbangan Pemerintah. Krisis solar bersubsidi akan berdampak luas jika tak cepat ditangani, khususnya jelang Ramadan,” ucap Puan.

Ketua DPP PDIP ini menekankan pentingnya pengawasan pendistribusian solar bersubsidi. Menurut dia, kebocoran dan penyalahgunaan peruntukan biosolar bersubsidi harus dihindari.

“Pengawasan penyaluran biosolar harus maksimal. Pemerintah perlu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam proses distribusi minyak bersubsidi,” ungkapnya.

Berita Terkait : Pantau Kondisi Pendidikan Sekolah Kedinasan, DPR Kasih Nilai Terbaik Buat IPDN

“Penyaluran solar bersubsidi harus tepat sasaran. Tindak tegas segala jenis penyalahgunaan dalam distribusi solar bersubsidi agar tidak merugikan mereka yang berhak mendapatkannya,” tambahnya.

Dari beberapa laporan, biosolar bersubsidi belakangan banyak digunakan sektor-sektor industri yang tidak masuk daftar pengguna yang berhak mengonsumsi jenis minyak tersebut. Puan mengatakan, penyalahgunaan dan kebocoran biosolar bersubsidi tidak boleh terulang kembali. “Jangan sampai kuota biosolar subsidi ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi justru dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak berhak mengonsumsi biosolar,” wanti-wanti cucu proklamator RI Soekarno itu.

Puan mengingatkan agar pihak-pihak berwenang tegas. Ia menyebut, krisis biosolar bersubsidi bisa mempengaruhi pemulihan ekonomi apabila tak segera diatasi. “Kuncinya adalah ketat dalam pengawasan distribusi biosolar sehingga kuota solar bersubsidi bisa tepat sasaran,” pungkas Puan. [UMM]