Dewan Pers

Dark/Light Mode

Diceritakan Puan Maharani

Begini Awal Mula Munculnya Acara Halalbihalal Dalam Setiap Idul Fitri

Minggu, 1 Mei 2022 20:27 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Instagram/puanmaharaniri)
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Instagram/puanmaharaniri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam perayaan Idul Fitri, masyarakat Indonesia sering menjumpai acara halalbihalal yang diselenggarakan pejabat publik hingga tokoh masyarakat. Ketua DPR Puan Maharani mengisahkan peran Presiden pertama RI Soekarno dan ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Hasbullah dalam kemunculan istilah halalbihalal.

Puan menerangkan, pada 1948 atau tiga tahun setalah kemerdekaan, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elite politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum, sementara pemberontakan terjadi di mana-mana.

Pada pertengahan Ramadan 1948, Bung Karno memanggil KH Wahab Hasbullah ke Istana Negara untuk dimintai pendapat dan saran dalam mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. Kemudian, Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan silaturahim, karena sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri.

Berita Terkait : Jasa Marga Gelar Shalat Id Di Rest Area

"Mendengar saran itu, Bung Karno menyanggah dan menganggap silaturahim memang sudah biasa dilakukan umat Islam setiap Lebaran," ujar Puan, Minggu (1/5), seperti dikutip Antara.

Kiai Wahab kemudian mengusulkan istilah halalbihalal pada Bung Karno. Kiai Wahab saat itu menganggap, para elite politik tidak mau bersatu karena mereka saling menyalahkan.

"Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa, maka harus dihalalkan, sehingga silaturahim nanti kita pakai istilah halalbihalal," ujar Puan, menirukan perkataan Kiai Wahab kepada Bung Karno kala itu.

Berita Terkait : Mentan Jamin Stok Pangan Aman Hingga Idul Fitri

Dari saran Kiai Wahab itulah, pada Hari Raya Idul Fitri Bung Karno mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara. Acara silaturahim itu kemudian diberi tajuk halalbihalal. Sejak saat itulah, instansi-instansi pemerintah menyelenggarakan halalbihalal yang diikuti masyarakat secara luas.

"Jadi, Bung Karno bergerak menyebarkan istilah halalbihalal lewat instansi Pemerintah. Sementara, KH Wahab menggerakkan warga melalui institusi nonformal," kata Puan.

Istilah halalbihalal masih terus dipakai sampai hari ini sebagai kegiatan rutin dan budaya Indonesia setiap perayaan Idul Fitri. "Semangat yang digagas KH Wahab dan Bung Karno soal halalbihalal selalu relevan untuk terus memupuk persatuan Indonesia yang penuh keberagaman," ucap Puan.

Berita Terkait : Permintaan Sektor Manufaktur Mulai Menggeliat, Inflasi Tetap Terkendali

Oleh karena itu, dia mengharapkan momen Idul Fitri 1443 Hijriah bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Muslim di Tanah Air untuk menjalin halalbihalal antarsesama. Puan bersyukur pada momen Lebaran 2022, situasi pandemi Covid-19 sudah melandai sehingga warga bisa pulang ke kampung halaman. Ketua DPP PDIP ini mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. [USU]