Dewan Pers

Dark/Light Mode

DPR Ikut Berkontribusi Terhadap Efisiensi Anggaran Pemilu 2024 

Selasa, 7 Juni 2022 19:47 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya DPR mengawasi uang rakyat yang digunakan dalam Pemilu 2024 melalui pertemuan dengan Komisioner KPU, sudah sangat tepat.

Seperti diketahui, pertemuan antara pimpinan DPR dan Komisioner KPU digelar, Senin (6/6). Ketua DPR Puan Maharani yang memimpin jalannya audiensi menyoroti sejumlah hal. Termasuk penegasan Pemilu 2024 akan berjalan sesuai jadwal, tepatnya pada 14 Februari 2024.

“DPR melalui Ibu Puan jelas menyatakan Pemilu 2024 akan berjalan sesuai waktunya. Langkah DPR patut diacungi jempol, karena memastikan tidak ada pengunduran atau penundaan pemilu,” kata Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Silvanus Alvin, Selasa (7/6).

Alvin juga mengapresiasi pernyataan Puan yang meminta agar anggaran Pemilu 2024 dilakukan secara efektif dan efisien. Pesan itu sesuai dengan fungsi DPR terkait pengawasan budgeting.

Berita Terkait : PTS Harus Berkontribusi Nyata Untuk Bangun SDM Unggul

Pasalnya, pelaksanaan Pemilu 2024 menghabiskan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, concern DPR terhadap KPU ini begitu penting.

KPU mengajukan anggaran sebesar Rp 86,26 triliun untuk Pemilu 2024. Namun, karena mendapat masukan agar anggaran Pemilu dirasionalisasi supaya tidak terlalu besar, termasuk dari kalangan DPR, KPU akhirnya merevisi usulan anggaran senilai Rp 76,6 triliun.

DPR menyetujui anggaran Pemilu 2024 setelah KPU melakukan rasionalisasi anggaran. Menurut Alvin, DPR telah berkontribusi terhadap efisiensi anggaran Pemilu 2024.

“Dana pemilu yang sudah disepakati ini menjadi salah satu bukti itikad baik DPR yang sudah terlibat dalam rasionalisasi anggaran, dari Rp 86 triliun ke Rp 76 triliun. Tapi juga mengakomodir kebutuhan KPU untuk kesukseskan penyelenggaraan Pemilu,” jelas pengajar pada Prodi Distance Learning UMN itu.

Berita Terkait : DPR: Kementan Berkontribusi Positif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dalam pertemuan dengan KPU, Puan pun mengingatkan agar penyelenggara Pemilu menggencarkan sosialisasi pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. Harapannya, kesadaran masyarakat untuk menyalurkan hak pilih semakin meningkat.

“DPR menunjukkan bentuk kepedulian pada rakyat dengan menaruh perhatian pada sosialisasi pemilu serta simulasi Pemilu,” tutur Alvin.

Lulusan master University of Leicester, Inggris ini menilai, sosialisasi dan pelaksanaan simulasi Pemilu cukup penting. Apalagi, Pemilu 2024 akan banyak diikuti oleh pemilih pemula yang datang dari kalangan muda.

“Pemilu 2024 hampir 60 persen pemilih dari kalangan milenial dan Gen-Z. Jadi, penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi para pemilih pemula,” ucapnya.

Berita Terkait : Presisi Award Bentuk Apresiasi Terhadap Penegak Hukum

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani sudah menegaskan penyelenggaraan Pemilu akan berlangsung sesuai jadwal. Dia juga mengingatkan efektivitas anggaran Pemilu 2024.

Puan juga menekankan mengenai akurasi dan Pemutakhiran Data Pemilih dilakukan secara akuntabel. Pemerintah bersama penyelenggara Pemilu harus memastikan kemudahan masyarakat untuk dapat mengakses data pemilih agar dapat menggunakan hak pilihnya.■