Dewan Pers

Dark/Light Mode

Puan: Bersyukur Pandemi Membaik, Tapi Tetap Waspada Ya

Sabtu, 17 September 2022 17:58 WIB
Ketua DPR Puan Maharani/IG
Ketua DPR Puan Maharani/IG

RM.id  Rakyat Merdeka - World Health Organization (WHO) atau Organsiasi Kesehatan Dunia menyebut akhir pandemi Covid-19 kini sudah di depan mata, meski upaya penanganan virus ini masih terus perlu digencarkan. Kendati begitu, Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat tetap waspada, mengingat kondisi pandemi masih penuh ketidakpastiaan.

“Kita bersyukur saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah membaik, termasuk di Indonesia. Tapi kita tidak boleh jumawa, harus tetap waspada menghadapi Covid-19,” kata Puan, Jumat (16/9).

Perempuan pertama menjabat sebagai Ketua DPR ini mengatakan, keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia tidak boleh membuat semua pihak lengah. Upaya penanganan Covid-19 tidak bisa dikendorkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

“Jangan sampai kita lengah. Keadaan sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya memang betul. Tapi kita tidak boleh berpuas diri, harus selalu siap menghadapi situasi terburuk,” tuturnya.

Berita Terkait : Membaik, Lukaku Menatap Piala Dunia Qatar

WHO mencatat, angka kematian akibat Covid-19 secara global turun 22 persen dalam sepekan terakhir dan membuatnya menjadi yang terendah sejak pandemi melanda dunia pada Maret 2022. Jumlah kasus Covid-19 pun turun dalam beberapa minggu terakhir.

Meski kondisi pandemi Covid-19 membaik, Puan mengingatkan masih ada kemungkinan munculnya varian baru. Sekalipun gelombang subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia kini tidak sedahsyat gelombang Corona sebelumnya, bukan tidak mungkin akan terjadi lagi lonjakan kasus Covid-19.

“Kita harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Upayakan terus hidup sehat, demi menjaga orang-orang terkasih,” tegas Puan.

Pemerintah juga diminta terus meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19, termasuk dosis ketiga atau booster. Puan lantas menyoroti pelaksanaan vaksinasi booster yang belakangan menurun.

Berita Terkait : Wacana Hidupkan Kembali PPHN Dianggap Rusak Sistem Ketatanegaraan

“Vaksin booster harus diakselerasi sehingga target capaian vaksinasi dosis ketiga 100 juta dosis pada akhir 2022 dapat terealisasi,” ungkap mantan Menko PMK itu.

Puan pun menyebut, DPR mendukung Pemerintah yang berkomitmen memakai vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, yakni Indovac dan vaksin Merah Putih Inavac sebagai vaksin booster. Diperkirakan, izin penggunaan darurat kedua jenis vaksin tersebut akan keluar dalam waktu dekat.

“Dengan menggunakan vaksin buatan anak bangsa, artinya kita mendukung industri vaksin nasional. DPR sepenuhnya memberikan dukungan,” sebut Puan.

Hingga akhir Agustus 2022, vaksinasi dosis ketiga atau booster di Indonesia baru menyasar 62,1 juta penduduk atau 23 persen dari total populasi di Indonesia. Puan meminta Pemerintah meningkatkan kerja sama dengan berbagai instansi maupun kelompok masyarakat untuk mempercepat target capaian vaksinasi booster.

Berita Terkait : Pihak Ketiga Bersyukur, Hakim PN Tipikor Kembalikan Beberapa Aset Perkara Jiwasraya

“Berdasarkan berbagai kajian, vaksinasi booster efektif melindungi warga dari keparahan dan kematian akibat Covid-19, termasuk bagi lansia. Vaksinasi booster harus digenjot agar tingkat imunitas masyarakat terus terjaga,” ujar cucu Proklamator RI Bung Karno ini.

Lebih lanjut, Puan menyatakan DPR akan terus mengawal penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah. Dia memastikan, DPR senantiasa memberikan kemudahan dalam kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah selama hal tersebut demi kebaikan  dan kesejahteraan rakyat.

“DPR juga akan mendukung persiapan infrastruktur dalam rangka memasuki endemi Covid-19. Yakinlah, Indonesia akan segera memanen hasil dari segala kerja keras dan kerja bersama dalam upaya menangani pandemi,” tutup Puan.■