Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kunjungi Kampung Perajin Ikan Di Majalengka, Puan Ikut Bikin Bandeng Presto

Kamis, 22 September 2022 19:23 WIB
Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi kampung perajin ikan olahan di Majalengka/Ist
Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi kampung perajin ikan olahan di Majalengka/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Mengawali tur kunjungan kerja hari keduanya di Jawa Barat, Ketua DPR Puan Maharani mendatangi Kabupaten Majalengka. Dia mengunjungi kampung perajin ikan olahan di Kecamatan Jatitujuh.

Kehadiran Puan di Koperasi Randegan Ikan Sejahtera, Majalengka, Kamis (22/9), disambut hangat ratusan warga.

Masyarakat satu kampung di wilayah ini merupakan penghasil bandeng dan produk ikan olahan seperti bandeng presto, pindang, krupuk bakso ikan, hingga pepes.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR itu lalu melihat proses pengolahan ikan bandeng di rumah Ibu Maryati, Ketua Koperasi Ikan Randengan Sejahtera.

Berita Terkait : Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Bikin Nyaman Transaksi Digital

Tak hanya melihat, Puan juga ikut membantu menyiapkan ikan yang akan diolah menjadi bandeng presto dan produk olahan lainnya.

Usai mengecek pengolahan ikan di dapur Ibu Maryati, Puan bertemu dengan para perajin pengolahan ikan untuk berdialog.

Menurut warga, mereka membutuhkan 7 ton ikan untuk 277 anggota saat melakukan produksi.

“Saya sudah lihat prosesnya. Masalahnya nggak ada cold storage. Tadi saya lihat tempat penyimpanannya terlalu lama. Nanti kita akan kirim bantuan cold storage,” ujar Puan.

Berita Terkait : Kunjungi Ponpes Mahasina Bekasi, Puan Sebut Santri Calon Pemimpin Indonesia

Sejumlah warga menyampaikan aspirasi dan harapannya agar industri pengolahan ikan di Majalengka semakin maju.

Puan pun menyinggung berbagai permasalahan utama yang umumnya dihadapi sektor hilir industri seperti olahan ikan ini, yakni modal usaha, pengemasan, dan penjualan.

“Tiga permasalahan itu harus ada solusinya dari Pemerintah dan juga para anggota Dewan,” ucap mantan Menko PMK itu.

Mengenai modal usaha, Puan menilai pelaku UMKM harus diberi bantuan dana dari negara. Selain itu, Pemerintah juga bisa menghubungkan pelaku sektor industri olahan ikan dengan lembaga keuangan yang persyaratannya ringan.

Berita Terkait : Airin Bisa Menangkan Pilkada Banten Lho...

“Dan soal pengemasan harus dilakukan pelatihan, karena ini terkait branding yang seringkali bisa membuat sebuah produk dijual mahal atau tidak,” tuturnya.

Sementara, mengenai penjualan, para perajin ikan olahan perlu mendapat bantuan penghubung dengan pembali secara masif.

“Manfaatkan kemajuan teknologi seperti pasar online. Jangan lupa juga, distribusi logistiknya harus dirapikan,” tutup Puan.■