Dark/Light Mode

Lestari: Generasi Muda Harus Aktif Atasi Dampak Perubahan Iklim

Selasa, 8 November 2022 09:19 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Generasi muda harus didorong berperan aktif dalam berbagai upaya mengatasi dampak perubahan iklim lewat pendekatan budaya.

"Catatan sejarah kita memperlihatkan bahwa manusia mampu mempengaruhi dunia melalui kebudayaan yang dikembangkan dengan berbagai cara, termasuk mengubah pola pikir dan perilaku," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/11).

Pernyataan Lestari itu dikutip saat meresmikan Pavilion Indonesia di arena KTT COP27 UNFCCC di Sharm El Sheikh, Mesir, Minggu (6/11) sore WIB.

Hadir pada acara itu antara lain Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Agus Justianto (Ketua Penyelenggara Paviliun Indonesia), perwakilan lembaga swadaya masyarakat dan pihak swasta, serta perwakilan dari sejumlah negara peserta KTT COP 27.

Baca juga : Gantikan Jokowi, Wapres Maruf Pimpin KTT Perubahan Iklim COP27

Lestari yang merupakan Wakil Ketua MPR RI koordinator bidang penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah itu, mengajak semua pihak untuk mendengarkan suara generasi muda dan melibatkan mereka secara aktif dalam berbagai upaya mengatasi dampak perubahan iklim.

Ketidakpercayaan aktivis lingkungan belia dari Swedia, Greta Thunberg terhadap COP27 dalam menyelamatkan lingkungan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus menjadi pengingat bagi kita bahwa banyak yang harus dibenahi dalam upaya memperbaiki lingkungan.

Dengan upaya perbaikan lingkungan yang menyeluruh, tambah Rerie, diharapkan kita mampu mengubah penilaian generasi muda, untuk kemudian mengajak mereka mengambil peran dalam seluruh aksi yang dilakukan dalam menghadapi perubahan iklim ini.

Apalagi, dalam beberapa tahun mendatang, bukan hanya Indonesia tetapi di dunia, jumlah generasi muda sangat besar.

Baca juga : Lestari Ingatkan Ancaman Dampak Perubahan Iklim

"Saat itu generasi muda bukan hanya punya kesempatan, tetapi juga menentukan arah ke mana sesungguhnya dunia ini akan dibawa," ujarnya.

Menurut Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, kebudayaan sebagai pondasi sekaligus cara yang senantiasa menempatkan manusia pada kedudukan tertinggi dapat dimanfaatkan untuk menyatukan langkah bersama.

Lewat kebudayaan di nusantara yang luhur, ujarnya, alam bahkan kerap diberi tempat yang layak dalam keseharian. Sampai saat ini bumi pun dianggap sebagai ibu pemberi kehidupan bagi setiap makhluk.

Sesungguhnya, tambah Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kita memiliki sebuah upaya yang dikenal sebagai local wisdom. Beratus tahun, bahkan berabad-abad yang lalu Indonesia selamat dari dampak perubahan iklim karena kearifan lokal.

Baca juga : COP-27, Menteri Siti Dorong Aksi Kolaborasi Atasi Perubahan Iklim

"Sudah saatnya kita kembali mengangkat, memperkenalkan dan menjelaskan inti dari kearifan lokal tersebut kepada seluruh anak bangsa di Indonesia khususnya, agar kita dapat bersama- sama merawat bumi kita," ujarnya.

Rerie sangat berharap setiap upaya yang ditujukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim global harus berujung pada penyelesaian yang betul-betul fundamental, bukan mengedepankan symptomatic solution semata. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.