Dark/Light Mode

Media Asing Harus Objektif Beritakan Papua

Selasa, 20 Agustus 2019 00:30 WIB
Ahmad Ali (Foto: Istimewa)
Ahmad Ali (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Nasdem DPR, Ahmad Ali, menyesalkan pemberitaan sejumlah media asing yang terkesan membangun narasi bahwa reaksi warga Papua atas kerusuhan yang saat ini terjadi merupakan efek dari kebijakan rasis Indonesia. Ia meminta media asing melihat dan memberitakan secara objektif apa fakta sesungguhnya yang terjadi di lapangan.

"Sangat disesalkan. Banyak media asing seperti DW Jerman, menggoreng isu kemarahan warga Papua atas perbuatan oknum  sebagai reaksi sebagai kebijakan rasis Indonesia," ujar Ahmad Ali, di Jakarta, Senin (19/8).

Baca juga : Rusuh Papua, Bamsoet Minta TNI/Polri Jaga Freeport dan Tempat Strategis Lain

Ahmad Ali minta media asing agar obyektif memandang proses dan fakta kebijakan Pemerintah pusat di Papua saat ini.  "Lima tahun terakhir, transformasi besar dilakukan di Papua, mulai dari otonomi khusus, infrastruktur, energi, dan apresiasi kebudayaan, sungguh fokus dilakukan Presiden Jokowi. Jadi kalau ada narasi kebijakan rasisme, sungguh sangat disayangkan," terangnya. 

Menurut Ahmad Ali, ulah sekelompok orang tidak bisa digeneralisir sebagai kebijakan negara. Karena itu, media harusnya bisa memposisikan dan menyajikan fakta secara objektif, bukan membangun narasi yang merusak citra Indonesia dalam pergaulan internasional. 

Baca juga : Masih Banyak Korban HAM Yang Belum Memperoleh Pemenuhan Hak Atas Pemulihan

Ahmad Ali menilai, negara sudah memberikan sentuhan yang terbaik di Papua untuk menciptakan kesejajaran Papua dengan daerah lain. “Yang pertama dilakukan Pak Jokowi yang sangat urgen adalah BBM satu harga, divestasi Freeport dengan pelibatan saham daerah, pembangunan infrastruktur. Stadion megah dan akan sebentar lagi melaksanakan Pekan Olah Raga Nasional (PON). Lalu, pada bagian mana kebijakan negara yang dianggap bersifat rasis," pungkasnya. [FAQ]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.