Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jelang Bulan Puasa, Kebutuhan Pangan Naik

Stabilkan Harga, Jaga Stok

Selasa, 14 Maret 2023 07:45 WIB
Anggota Komisi DPR Johan Rosihan. (Foto: DPR)
Anggota Komisi DPR Johan Rosihan. (Foto: DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang bulan puasa, ada fenomena yang kerap terjadi yakni kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako), khususnya pangan. Kenaikan tersebut akibat melonjaknya permintaan dan minimnya pasokan.

Anggota Komisi DPR Johan Rosihan mengingatkan Pemerintah segera membuat kebijakan konkret dan menemukan solusi agar harga komoditas pangan bisa segera stabil. Pasalnya, kebutuhan pangan cenderung mengalami peningkatan permintaan.

Johan bilang, kenaikan harga pangan yang tidak terkendali akan menyulitkan masyarakat. Terutama, masyarakat yang berada pada strata ekonomi lemah seperti petani, nelayan, buruh dan yang berpenghasilan tidak menentu.

Baca juga : Lakukan Sejak Dini, Remaja Jangan Ragu Konsultasikan Kesehatan

Karena itu, diperlukan kebijakan tepat untuk mengatasi inflasi pangan terutama saat puasa dan Lebaran nanti.

“Pemerintah harus sadar bahwa petani selain sebagai produsen juga sebagai konsumen. Jadi, inflasi pangan pasti menyebabkan kesejahteraan petani semakin terpuruk,” imbuhnya.

Politikus PKS ini mendorong Pemerintah memberikan jaminan ketersediaan pangan murah dan terjangkau bagi penduduk miskin dan rawan pangan di seluruh pelosok Tanah Air. Yaitu dengan upaya redistribusi pangan untuk kelompok miskin.

Baca juga : Ganjar Jaga Harga Kebutuhan Pokok Untuk Tekan Laju Inflasi

“Pemerintah juga harus menjamin stok pangan yang lebih rasional saat puasa dan Lebaran ini agar harga bisa stabil di pasaran,” saran dia.

Johan juga mendesak Pemerintah lebih serius melaksanakan agenda perlindungan terhadap petani. Caranya dengan segera menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras yang berpihak pada keuntungan petani demikian juga dengan komoditas pangan lainnnya.

Dia berharap, puasa dan Lebaran dijadikan sebagai momen untuk memperkuat keberpihakan pada petani dan nelayan dengan cara membantu mereka mendapatkan harga yang layak saat panen raya.

Baca juga : Jelang Ramadhan, Kemendagri Minta Daerah Pantau Harga Sembako

“Juga memastikan produksi petani dan nelayan dapat diserap Pemerintah dan pasar pada momen penting ini,” imbuhnya.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mengungkapkan, saat ini terus terjadi kenaikan harga komoditas pangan di pasar tradisional seperti komoditi bawang putih, cabe merah, cabe rawit, dan minyak goreng curah.

“Maka Pemerintah harus hadir agar daya beli masyarakat tidak semakin terpuruk akibat terus melonjaknya kebutuhan pokok saat puasa,” harap dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.