Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Alumni Penerima Beasiswa LPDP
Mana Nih, Peta Jalan Dana Abadi Pendidikan
Sabtu, 17 Juni 2023 07:45 WIB
Sebelumnya
Puteri menuturkan, teknologi AI telah berkembang luar biasa. Bahkan kini sudah ada teknologi robot yang dapat menggantikan profesi barista, office boy, bahkan wiratama atau pelayan di restoran. Belum lagi sudah banyak industri yang menggunakan teknologi otomasi dalam operasinya.
"Tentu kita bertanggung jawab meramu kebijakan yang bisa memastikan sumber daya manusia. Kita siap untuk menghadapi perubahan ini," jelasnya.
Untuk itu, dia berharap LPDP dapat memetakan bidang studi yang akan diikuti oleh para penerima beasiswa sehingga bisa menjawab tantangan terkait AI ini.
Baca juga : Sowan Ke Ponpes Gus Miftah, Zulhas Bagikan Santunan untuk Pendidikan
"Kalau kita gagal memetakan, mungkin 20 tahun akan datang, anak kita sudah tidak punya pekerjaan karena diganti sama robot," tambah dia.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga meminta LPDP semakin aktif dan masif dalam mensosialisasikan peluang beasiswa LPDP kepada masyarakat. Sebab, sebagian masyarakat belum mengenal LPDP maupun mengetahui tentang program beasiswanya.
"Padahal, sejatinya setiap individu punya hak yang sama untuk meraih pendidikan setinggi mungkin. Tak terkecuali, teman-teman kita yang selama ini tinggal di desa, yang juga harus diberikan kesempatan yang sama," harap Puteri.
Baca juga : Top, Sikat Pelawan Arus Yang Menggila
Sementara, Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi menuturkan, pagu indikatif Kemenkeu tahun 2024 termasuk di dalamnya dana untuk BLU yang berada di bawah Kemenkeu adalah sebesar Rp 30,13 triliun.
Dana ini diperuntukkan untuk mengampu 31 satker yang terdiri dari 91 output kegiatan termasuk program prioritas nasional dan proyek unggulan.
"Pagu ini juga untuk mengampu seluruh pegawai pada 12 unit eselon I Kemenkeu sebanyak 78882 pegawai yang merupakan penyumbang anggaran terbesar Setjen sebesar Rp 24,31 triliun," katanya.
Baca juga : TGS Ganjar Gelar Pelatihan Parenting Di Deli Serdang
Adapun rincian pagu indikatif tersebut, yakni untuk belanja pegawai dari rupiah murni sebesar Rp 24,31 triliun, belanja barang sebesar Rp Rp 4,92 triliun. Rincian belanja barang dari rupiah murni Rp 1,6 triliun, BLU Rp 3,2 triliun, dan hibah luar negeri Rp 1,1 miliar. Sementara untuk belanja modal Rp 901 miliar. "Totalnya Rp 30,13 triliun," jelasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya