Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BKSAP: Sidang Umum AIPA ke-44 Tekankan Persoalan Prosperity, People dan Planet
Rabu, 26 Juli 2023 18:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - ASEAN Inter-Parliamentary Union (AIPA) akan menggelar The 44th General Assembly atau Sidang Umum, di Jakarta pada Agustus 2023. Ketua Desk Kerja Sama Regional Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana mengatakan, sidang ini bukan cuma membahas ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan atau the epicentrum of growth.
“AIPA ke-44 nanti juga akan membahas persoalan kesejahteraan, masyarakat, dan planet (prosperity, people, and planet),” kata Putu, Rabu (26/7).
Dalam KTT ASEAN di Nusa Tenggara Timur (NTT), kata Putu, hanya ditekankan isu ASEAN pada episentrum ekonomi. Untuk level legislatif atau parlemen se-ASEAN, akan dibahas lebih luas, yaitu pada yakni kesejahteraan, masyarakat, dan planet (lingkungan).
Baca juga : Putu BKSAP: Peran Aktif Parlemen Penting dalam Akselerasi Pencapaian SDGs
“Dalam aspek itu, peran dan visi parlemen sangat penting untuk selalu mendorong Pemerintah agar melakukan segala upaya. Tidak hanya business as usual, tapi juga out of the box, melampaui konsep-konsep biasa,” ujar Wakil Ketua BKSAP DPR ini.
Legislator asal Bali ini melanjutkan, Sidang Umum ke-44 AIPA di Jakarta menjadi momentum bagi Indonesia sebagai paru-paru dunia dan ASEAN untuk menagih komitmen negara maju terhadap pendanaan mengatasi perubahan iklim.
Putu melanjutkan, pada 15th Conference of Parties (COP15) of the UNFCCC di Denmark pada 2009, negara maju berkomitmen secara kolektif menyediakan 100 miliar dolar per tahun, mulai 2020, untuk aksi iklim bagi negara berkembang. Sejauh ini, komitmen tersebut belum terwujud. Dia berharap, ini menjadi tuntutan Indonesia dan ASEAN dalam Sidang Umum ke-44 AIPA nanti.
Baca juga : Didukung Perbankan, Metland BlanjaProperti Mudahkan Miliki Rumah
Menurut dia, kesejahteraan wajib mengimplementasikan konsep green economy. Kawasan ASEAN harus siap menuju transisi hijau. Masyarakat ASEAN juga perlu mendapat support secara inklusif dalam peningkatan ekonomi.
Yang juga penting, lanjut Putu kegiatan ekonomi yang dilakukan harus berkelanjutan dan setara. "Jangan sampai ada satu negara yang punya pertumbuhan yang tinggi, tapi yang lainnya rendah," imbuhnya.
Karena itu, kata Putu, pelaksanaan konsep green economy, baik di dalam satu negara maupun dalam satu kawasan ASEAN, harus dikawal secara bersama-sama melibatkan seluruh anggota ASEAN. "Supaya ketimpangan tidak sampai berlarut-larut. Kita di Parlemen/AIPA serta ASEAN wajib terus mengawal implementasi ekonomi hijau dan penanggulangan ketimpangannya," tandas Putu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya