Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Rakernas dan Sarasehan ABPPTSI

Bamsoet Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional

Kamis, 31 Agustus 2023 20:55 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada 2045 akan mencapai 324 juta jiwa. Ini menjadi modal bagi Indonesia untuk menjadi negara maju.

Selain dominasi kelompok usia produktif, berbagai indikator yang menjadi tolok ukur dan paradigma sebagai negara maju juga turut menyertai. Antara lain, mayoritas penduduk sekitar 75 persen tinggal di perkotaan dan 80 persen masyarakat berpenghasilan menengah. Pada sektor pendidikan, angka partisipasi kasar (gross enrollment ratio) perguruan tinggi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia mencapai 60 persen.

Bamsoet menyatakan, pendidikan tinggi menjadi kunci agar berbagai prediksi tersebut bisa terealisasi. Karenanya, berbagai tantangan yang saat ini dihadapi harus segera diselesaikan.

Baca juga : Sinergi SnackVideo Dan Prima DMI Dorong Pengguna Berbuat Kebaikan

“Misalnya, berdasarkan Worldtop20org, tahun ini Indonesia menduduki peringkat ke-67 dari 209 negara yang disurvei. Salah satu faktor yang melemahkan adalah persentase tingkat kelulusan perguruan tinggi yang hanya mencapai 19 persen," ujar Bamsoet, saat mengisi Rakernas dan Sarasehan Nasional Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI), secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (31/8).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, sebagai data pembanding, Survei Political Economic Risk Consultant bahkan menempatkan kualitas pendidikan Indonesia berada di urutan 12, atau paling bawah, di 12 negara Asia yang disurvei. Untuk mengatasinya, pemerintah telah mengambil berbagai langkah. Sejak 2009, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari APBN untuk anggaran pendidikan, sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Artinya, kata Bamsoet, jika mutu pendidikan saat ini masih belum optimal, bisa jadi persoalannya bukan hanya bertumpu pada anggaran. Tetapi, pada sistem yang harus dibenahi, serta pada komitmen bersama yang harus lebih diperkuat.

Baca juga : Airlangga Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi RI-Selandia Baru

“Untuk mewujudkan visi Indonesia emas 2045, setidaknya ada 4 pilar sebagai prasyarat. Yaitu pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, pencapaian Indonesia Emas 2045 adalah kerja sama panjang berkelanjutan segenap komponen bangsa dengan panduan satu visi bersama. Setiap bidang memiliki peta jalan yang saling berkaitan dan harus dilakukan berkesinambungan dengan peningkatan target capaian di tiap periode. 

Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah dicapai jika visi para pemimpin pemerintahan berubah-ubah di setiap periode. Indonesia Emas juga tidak akan tercapai jika tidak ada kesinambungan dan keberlanjutan antara apa yang dilakukan satu periode pemerintahan dengan periode pemerintahan selanjutnya. Pembangunan nasional akan mengalami stagnasi, atau sekadar maju mundur di tempat yang sama, seperti menari poco-poco.

Baca juga : LKPP Dorong Peningkatan Serapan Anggaran Pengadaan Lewat Sistem Elektronik

"Mencapai Indonesia Emas 2045 membutuhkan haluan dan perencanaan yang matang, dan memiliki daya ikat kepada setiap pemimpin pemerintahan. Haluan dan perencanaan disusun berdasarkan cita-cita dan visi bersama segenap rakyat Indonesia sehingga merupakan manifestasi kehendak rakyat yang menjadi dasar penyusunan kerangka perencanaan teknokratik jangka panjang. Di sinilah pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang telah digagas dan dikaji MPR bersama berbagai komponen bangsa," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.