Dark/Light Mode

Tetapkan GBHN, MPR Lanjutkan Amendemen UUD 1945

Senin, 23 September 2019 18:53 WIB
Ketua MPR Zulkilfi Hasan didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah usai Rapat Gabungan (Ragab) MPR 2014-2024 di Parlemen, Jakarta, Senin (23/9).
Ketua MPR Zulkilfi Hasan didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah usai Rapat Gabungan (Ragab) MPR 2014-2024 di Parlemen, Jakarta, Senin (23/9).

RM.id  Rakyat Merdeka - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 diamanatkan untuk melakukan amendemen terbatas Undang-Undang Dasar Negara1945. 

Amendemen itu dikhususkan untuk menetapkan pokok-pokok haluan negara yang diputuskan oleh MPR dalam lima tahun kedepan.

Berita Terkait : Rapat Gabungan MPR Sepakati Mekanisme Pemilihan Pimpinan 2019-2024

“MPR periode sekarang berdasar rapat gabungan hari ini juga akan merekomendasikan kembali pada MPR periode berikutnya menindaklanjuti rencana amendemen terbatas menghasilkan kembali haluan negara,” ujar Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah usai Rapat Gabungan (Ragab) MPR 2014-2024 di Parlemen, Jakarta, Senin (23/9).

Menurut Basarah, gagasan, wacana dan rencana melakukan amendemen terbatas terkait haluan negara, itu sudah menjadi kesepakatan MPR.  Bukan lagi gagasan, wacana, dan rencana partai politik. 

Baca Juga : 5 Tempat Wisata Instagrammable di Bogor

“Salah satu indikatornya adalah rapat gabungan hari ini sepakat merekomendasikan MPR periode yang akan datang melakukan amendemen terbatas menghadirkan haluan negara,” katanya.

Basarah punya alasan sendiri ihwal MPR yang kerap menghasilkan rekomendasi amendemen pada setiap periode. 

Baca Juga : Bangun Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya, RI Gandeng Jepang

Menurut Basarah, politik itu dinamis karena memerlukan kesepakatan di antara partai politik. Nah, ujar dia, setiap parpol punya dinamika masing-masing. 

“Saya kira ini adalah proses demokrasi yang sekarang kita anut. Kita tentu harus memiliki kesabaran demokrasi untuk bisa mencapai kesepakatan secara bulat, utuh, dan semua pihak bertanggung jawab,” ungkap ketua DPP PDI Perjuangan itu. (QAR)