Dark/Light Mode

DPR Dorong KLHK Bentuk Gugus Tugas Cegah Karhutla

Minggu, 22 September 2019 10:22 WIB
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR, Bambang Soesatyo, mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk gugus tugas khusus di setiap daerah. Tugas pokok dan fungsi gugus tugas itu menerapkan upaya dan langkah-langkah preventif mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

"Potensi Karhutla yang nyaris menjadi rutinitas di Indonesia mestinya bisa diperkecil dengan upaya-upaya preventif yang efektif. Upaya dan langkah-langkah preventif bisa direalisasikan jika ada kemauan baik dan kesungguhan dari semua pihak," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, Minggu (22/9).

Berita Terkait : Anggota DPR Harus Berani Bicara dan Dekat dengan Wartawan

Bamsoet menyatakan, jika dilaksanakan dengan konsisten dan sungguh-sungguh, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45/2004 bisa mencegah atau meminimalisir potensi Karhutla. PP ini memberi wewenang kepada sejumlah pihak pada tingkat daerah untuk menjaga atau melindungi hutan dari aksi pengrusakan atau pembakaran hutan untuk tujuan apa pun.

"Artinya, PP Nomor 45/2004 ini menjadi pijakan hukum untuk membangun sistem atau mekanisme kerja bersifat preventif. Terpenting adalah kemauan semua pemerintah daerah untuk peduli pada hutan. Dengan peduli, pemerintah daerah bisa menggerakkan semua potensi daerah setempat, termasuk masyarakat adat, untuk mencegah aksi pembakaran atau pengrusakan hutan," terangnya.

Berita Terkait : Ketua DPR Pertimbangkan Tunda Pengesahan RUU KUHP

Berangkat dari catatan historis kasus Karhutla, tambah Bamsoet, KLHK perlu mengambil inisiatif untuk membentuk gugus tugas pada tingkat daerah yang Tupoksi-nya melakukan atau menerapkan langkah-langkah preventif mencegah Karhutla. "Kekuatan gugus tugas seperti ini akan sangat ideal jika bersumber dari sinergi antara aparatur sipil pusat dan daerah, TNI/Polri serta masyarakat adat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)."

Selain mencegah pengrusakan atau pembakaran oleh manusia, ucap Bamsoet, sangat penting bagi gugus tugas seperti ini juga berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kecenderungan cuaca, khususnya dalam periode musim kering atau panas. Tentu saja gugus tugas ini patut diperlengkapi dengan peralatan yang memadai agar mampu responsif pada saat dibutuhkan.

Berita Terkait : Kasus Bocorannya Data Penumpang Lion Harus Disikapi Serius

"Di mana saja wilayah yang memerlukan penguatan gugus tugas seperti itu bisa dipetakan berdasarkan catatan historis kasus Karhutla dan perilaku serta kecenderungan masyarakat setempat," tandasnya. [USU]