Dark/Light Mode

Bamsoet Dukung Festival Jamu Gendong Nusantara di Madiun

Rabu, 6 September 2023 20:44 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) menerima panitia Festival Jamu Gendong Nusantara, di Jakarta, Rabu (6/9). (Foto; Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) menerima panitia Festival Jamu Gendong Nusantara, di Jakarta, Rabu (6/9). (Foto; Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung rencana penyelenggaraan Festival Jamu Gendong Nusantara, pada 3-5 November 2023, di Pahlawan Street Center, Kota Madiun. Acara ini akan memecahkan rekor MURI dengan menghadirkan seribu pedagang jamu gendong, serta bazaar dari berbagai pelaku UMKM Nusantara.

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Koperasi Komindo Sejahtera dengan Pemkot Madiun dan Paguyuban Rempah Rimpang serta Dewan UKM DKI Jakarta. Acara digelar dalam rangka menyemarakan Hari Pahlawan dan Hari Keuangan Nasional.

Baca juga : Dapat Dukungan Gelora, Prabowo Makin Bergelora 

Bamsoet menyatakan, jamu merupakan minuman herbal kesehatan khas Indonesia, warisan leluhur yang sangat berharga dan perlu dilestarikan. Keberadaan jamu gendong, ternyata sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan kabarnya sudah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha.

“Keberadaannya telah memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan dan kebugaran sekaligus penyangga perekonomian masyarakat nusantara sejak ratusan tahun silam," ujar Bamsoet, usai menerima panitia Festival Jamu Gendong Nusantara, di Jakarta, Rabu (6/9). Panitia yang hadir antara lain, Helena Davis, Shita, Farida, Imlahyudin, Djaka Suryadi, dan Adi Sumarna.

Baca juga : Indodax Short Film Festival Bantu Gen Z Masuk Industri Perfilman

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, pasca-pandemi Covid-19, popularitas jamu diprediksi meningkat. Karena kesadaran masyarakat semakin tergerak untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

"Di 2019, industri jamu dan obat tradisional mampu tumbuh di atas 6 persen. Di 2020 dan selanjutnya, pertumbuhannya naik tajam. Pelaku industri jamu juga semakin menjamur. Tercatat sudah lebih dari 1.200 pelaku industri jamu, sekitar 129 diantaranya masuk kategori industri obat tradisional," jelas Bamsoet.

Baca juga : BNI Asset Management Gelar Edukasi Keuangan Untuk Ratusan Diaspora di Jepang

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, potensi ekonomi keberlanjutan dari jamu nusantara juga sangat besar. Mengingat Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tumbuhan maupun sumber daya laut yang bisa dimanfaatkan untuk bahan olahan Jamu.

"Karenanya, Pemerintah dan masyarakat perlu hadir memberikan dukungan terhadap keberadaan pedagang Jamu agar tetap eksis. Sehingga dari alam Indonesia, dikelola pelaku usaha Indonesia, agar bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan menembus pasar dunia," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.