Dark/Light Mode

Komisi X DPR Setujui Pagu Definitif Perpusnas Tahun Anggaran 2024

Rabu, 13 September 2023 20:13 WIB
Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR dengan Perpusnas, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9). (Foto: Dok. Perpusnas)
Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR dengan Perpusnas, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi X DPR menyetujui pagu definitif Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada RAPBN Tahun Anggaran (TA) 2024 sebesar Rp 725,8 miliar. Dalam agenda tunggal Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas penyesuaian Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga TA 2024, Komisi X DPR menyesalkan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 383,1 miliar untuk Perpusnas tidak dapat terpenuhi.

Anggota Komisi X DPR sekaligus perwakilan Banggar DPR Sofyan Tan menyampaikan, alasan belum terpenuhinya usulan tambahan anggaran dikarenakan banyaknya kebutuhan di berbagai tempat lain yang juga masih harus diakomodir negara.

“Saya ikut sedih karena selama ini sudah berikhtiar untuk anggaran Perpusnas bisa tembus Rp 1 triliun. Namun, karena banyak sekali kebutuhan di berbagai tempat lain, hal tersebut belum bisa terealisasi,” ucapnya, dalam RDP dengan Perpusnas, Ruang Rapat Komisi X DPR, Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (13/9).

Pada RDP ini, seluruh anggota Komisi X DPR yang hadir memberikan semangat kepada Perpusnas agar terus mengembangkan perpustakaan hingga ke pelosok negeri. Sebab, sejatinya perpustakaan adalah masa depan bangsa.

Baca juga : Komisi IV DPR Ogah Setujui Tambahan Anggaran Bapan

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian memastikan, pihaknya akan selalu mendukung Perpusnas. Sebab, dari masa ke masa Perpusnas memberikan perkembangan luar biasa meskipun dengan anggaran terbatas.

“Kami meyakini Perpusnas akan tetap mampu memanfaatkan dengan maksimal anggaran ini melalui terobosan dan kinerja yang baik,” kata politisi Partai Golkar ini.

Sementara, anggota Komisi X DPR Fahmi Alaydroes berharap, Perpusnas dapat senantiasa eksis untuk meningkatkan kecerdasan bangsa melalui program-program hebat lainnya. Dia meyakini, peningkatan literasi adalah pilar dan dasar yang diperlukan untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Saya berharap Perpusnas menjadi leading sector yang mampu mengorkestrasi berbagai pihak, baik di pusat maupun daerah, untuk bersama memperkuat program-program peningkatan literasi. Karena di tengah kondisi anggaran yang terbatas namun tanggung jawabnya sangat besar, dibutuhkan sebuah upaya strategis yaitu menguatkan kolaborasi dan sinergi,” ungkapnya.

Baca juga : Komisi X DPR Dukung Perbaikan Kualitas Kesejahteraan Guru

Di era digital ini, legislator Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf menginginkan Perpusnas fokus meningkatkan literasi dengan memanfaatkan pendekatan digitalisasi. Contohnya dengan menempatkan lebih banyak pojok baca digital di daerah.

Selain itu, dia berpendapat, pengetahuan dapat ditransfer melalui media film. Namun sayangnya, saat ini jumlah bioskop di Indonesia masih terbatas sehingga dia berharap Perpusnas mempertimbangkan pengadaan mini bioskop di perpustakaan daerah.

“Saya punya pemikiran kalau di perpustakaan ada tempat menonton film Indonesia yang berbobot akan luar biasa. Karena itu juga bagian dari peningkatan literasi melalui digital. Saya pun yakin, para produser film akan sangat berterima kasih untuk itu,” harapnya.

Motivasi dan dukungan yang diberikan Komisi X DPR kepada Perpusnas sangat jelas terasa. Akan tetapi, dibutuhkan catatan detail atas program strategis dan prioritas untuk menjadi dasar kuat pertimbangan Banggar dalam meningkatkan anggaran.

Baca juga : Kemendikbudristek Laporkan Capaian Baik Pelaksanaan Kinerja dan Anggaran

Dari banyaknya program yang dimiliki Perpusnas, legislator Fraksi PDIP Putra Nababan meyakini, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sebagai senjata pamungkas untuk dapat diajukan ke Presiden. Hal ini karena program tersebut tidak hanya mencerdaskan masyarakat, namun juga menyejahterakan masyarakat.

“Program TPBIS bukan hanya mengubah hidup seseorang dari yang tidak tahu apa-apa menjadi tahu, tapi juga jadi sejahtera, lalu bisa buka lapangan kerja, hingga jadi contoh untuk kabupaten/kotanya. Ada unsur ekonomi, kesejahteraan, peningkatan keterampilan, dan lainnya. Program ini harus diseriusin outcome-nya dan jadi catatan portofolio Perpusnas ke Presiden. Tolong lengkapi kami dengan catatan itu, sehingga bisa kami bawa ke banggar,” urainya.

Menanggapi semua ini, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengucapkan terima kasih atas dukungan Komisi X DPR yang telah diberikan kepada Perpusnas. Dia berkomitmen menggunakan pagu indikatif TA 2024 secara efektif, efisien, dan akuntabel. Terhadap catatan dan masukan yang diterima dari para legislator, dia akan menindaklanjutinya dengan seksama.

“Lalu, dari 160 gedung perpustakaan kabupaten/kota yang sudah dibangun, sebagian besar sudah disiapkan teater tapi memang belum terstandar. Kami akan membuat standarnya di tahun 2024 mendatang. Terkait TPBIS, program tersebut tidak hanya mendapat apresiasi di dalam negeri, namun juga luar negeri dan beberapa negara telah mereplikasinya. Ke depan, kami akan kumpulkan dan lengkapi data dukung yang diperlukan untuk dibawa ke Banggar,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.