Dark/Light Mode

Wakil Ketua MPR Ajak Dunia Dukung Perdamaian Palestina-Israel

Rabu, 18 Oktober 2023 20:54 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Dosen Hubungan Internasional, Universitas Indonesia, Broto Wardoyo berpendapat penyelesaian konflik Palestina-Israel harus ada poin yang jelas. Utamakan dulu penyelesaian krisis, setelah itu baru tuntaskan masalah lainnya.

Menurut Broto, tidak mungkin menyelesaikan konflik di Gaza, bila tidak menyelesaikan akar permasalahannya. Bila melihat ke belakang, ungkap dia, sebetulnya pada konflik saat ini ditemukan kondisi tingkat keparahan yang tinggi di Gaza, sejak Israel meninggalkan Gaza pada 2006.

Karena, menurut Broto, saat ini yang berkuasa di Israel adalah pemerintahan koalisi religius garis keras, yang tidak mempertimbangkan penyelesaian konflik secara damai.

Di sisi lain, jelas Broto, di Palestina saat ini masyarakat juga sudah tidak percaya lagi dengan opsi-opsi di luar tindak kekerasan akibat kondisi kehidupan yang semakin sulit. Bagaimana bantuan kemanusiaan bisa disalurkan tepat sasaran, ungkap Broto, juga masih menjadi persoalan.

Baca juga : Hentikan Perang Hamas-Israel

Karena, tambah dia, Mesir masih belum mau membuka kawasan perbatasannya karena khawatir kebanjiran pengungsi. Sementara bila melalui Israel akan lebih sulit. Peluang penyelesaian konflik, ujar Broto, bisa dimungkinkan bila kita bisa bicara dengan Hamas dan Qatar serta Iran bisa menjadi perantaranya.

Tenaga Ahli Utama KSP, Siti Ruhaini Dzuhayatin berpendapat secara geopolitik dan ekonomi di masa lalu konflik Palestina-Israel masih bisa dipetakan dan masalah ini menjadi persoalan global.

Pihak KSP, ujar Ruhaini, terus mengupdate situasi pada konflik tersebut untuk dilaporkan kepada Presiden. Menurut Ruhaini, sejatinya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga telah merespon konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel.

Namun, ujar dia, di dalam tubuh OKI pun terjadi dinamika akibat sejumlah perbedaan yang ada, sehingga ada berbagai perbedaan cara pandang dari sejumlah negara OKI dalam melihat konflik Palestina-Israel.

Baca juga : Demo Dukung Palestina Merdeka Kian Menggema

Salah satu langkah yang bisa diupayakan bila ingin menuntaskan masalah pada krisis Palestina dan Israel, menurut Ruhaini, negara Islam yang tergabung dalam OKI harus mampu mengatasi konflik di antara mereka dahulu.

Anggota Komisi I DPR-RI, Muhammad Farhan berpendapat kita sebagai negara tidak bisa lepas dari dampak konflik Palestina-Israel. Farhan berpendapat konflik Palestina-Israel harus dilihat sebagai perang yang harus segera dihentikan.

Serangan kedua belah pihak, baik Hamas dan Israel, tidak bisa dibenarkan. Menyikapi konflik yang berkepanjangan antara kedua negara itu, Farhan mencurigai, memang tidak ada yang mau menyelesaikan konflik itu.

Menurut Farhan, sikap Indonesia yang menginginkan perang segera dihentikan merupakan sikap yang tepat. Farhan berharap, kedua negara Palestina dan Israel seharusnya bisa menahan diri untuk mempertahankan status quo seperti yang terjadi pada konflik Korea Selatan-Korea Utara dan Taiwan-China.

Baca juga : Geopolitik Indonesia Konflik Palestina Versus Israel

Pada kesempatan itu, Farhan juga berpesan agar tidak menggunakan isu Palestina untuk kepentingan politik lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.