Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Karena itu, dia mendorong adanya inovasi yang secara signifikan bisa diadaptasi untuk mengelola dan mengurangi sampah.
Selain itu, harus ada keberpihakan anggaran dari Pemerintah, seperti pengalokasikan anggaran yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pijak (PNBP), untuk lingkungan.
“Lingkungan itu kan masa depan kita. Namun, kita tidak memperhatikan maksimal. Itu terbukti dari bagaimana kita menganggarkan atau negara memberikan penganggaran,” imbuhnya.
Baca juga : Sudah Keluar Rumah Sakit, Luhut Memilih Tetap di Singapura
Sementara, anggota Komisi IV DPR Teti Rohatiningsih memberikan apresiasi atas kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mengatasi persoalan sampah melalui kebijakan mengubah limbah dan sampah menjadi berkah.
Hadirnya kebijakan ini membuat beberapa daerah sudah mulai memberikan atensi terhadap persoalan sampah.
“Program ini sudah dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota, bahkan sampai ke kecamatan hingga ke tingkat desa. Tinggal gregetnya dari kepala daerah sehingga tidak ada lagi TPA-TPA yang terbakar seperti di Cilacap,” katanya.
Baca juga : Rumahnya Jadi Tempat Ganjar Menginap, Mbah Sumadi: Seperti Mimpi
Bagi Teti, pengelolaan sampah memang tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah pusat. Harus ada dukungan dari provinsi, kabupaten/kota hingga ke bawah.
“Pengelolaan sampah harus melibatkan kepala daerah, sehingga sampah-sampah di kabupaten/kota tidak lagi menggunung,” pungkasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 18/11/2023 dengan judul Masalahnya Sudah Luar Biasa, Ubah Sampah Jadi Berkah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya