Dark/Light Mode

RS Indonesia Dibombardir Pasukan Netanyahu

Kejahatan Israel Makin Nyata

Rabu, 22 November 2023 07:20 WIB
Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid. (Foto: Dok. DPR RI)
Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid. (Foto: Dok. DPR RI)

 Sebelumnya 
Nah Indonesia, sambung man­tan presenter televisi nasional ini, bisa menjadi pencetus dan membawanya ke internasional. Bila gerakan internasional menekan Israel semakin meluas, bisa terjadi game changer yang hasilnya bisa sangat positif bagi masyarakat Palestina, baik di Gaza maupun di Tepi Barat.

Sebelumnya, media Al Jazeera menyebut, Rumah Sakit Indone­sia yang ada di Jalur Gaza kini dikepung pasukan dan dibom­bardir serangan Israel.

Sedikitnya dua belas orang dilaporkan tewas akibat gem­puran di kompleks rumah sakit tersebut. Sekitar dua dokter di rumah sakit tersebut dilaporkan mengalami luka-luka akibat se­rangan berulang.

Baca juga : Netanyahu Pastikan Perang Israel-Hamas Terus Berlanjut, Ini Alasannya

Tim medis setempat mengatakan, rumah sakit itu menjadi target serangan tanpa peringatan. Staf rumah sakit itu, menurut laporan Al Jazeera, meminta bantuan mendesak kepada Per­serikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah di tengah situasi tersebut.

Sementara, pengamat politik internasional Yuddy Chrisnandi mendorong Pemerintah Indo­nesia lebih tegas dalam upaya menghentikan konflik Palestina-Israel di Gaza.

Menurutnya, dunia tengah menunggu sikap Indonesia dalam menghentikan konflik yang telah menyebabkan lebih dari 12.000 orang tewas dan 4.000 di antaranya adalah anak-anak.

Baca juga : Israel Sangat Biadab

“Dunia tengah menunggu si­kap Indonesia yang bukan seka­dar retorika. Sebab, Indonesia memiliki portofolio yang kuat. Indonesia memiliki mayoritas penduduk umat Islam terbanyak di dunia,” tegas Yuddy.

Yuddy menilai, Indonesia tidak seperti negara-negara lain dalam menyikapi konflik di Jalur Gaza. Sebab, negara lain yang tergabung dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), relatif posisi geopolitiknya tidak sebe­sar Indonesia.

Negara OKI seperti Arab Saudi hingga Uni Emirat Arab, tidak memiliki garis tawar yang strategis untuk menyuarakan ke­pentingan atau suara umat Islam.

Baca juga : Rosalynn Carter, Mantan Ibu Negara AS Dan Pejuang Kesehatan Mental Meninggal

Jumlah mayoritas penduduk umat Islam di negara-negara Arab belum mampu menandingi jumlah mayoritas penduduk umat Islam di Indonesia. Ini yang menjadi portofolio politik, di mana aksi nyata Indonesia dinantikan di tengah ketidakjela­san sikap negara-negara Arab.

“Seharusnya Pemerintah Indonesia tampil menjadi pemimpin negara-negara Islam untuk melakukan aksi peran yang nyata,” ujarnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 22/11/2023 dengan judul RS Indonesia Dibombardir Pasukan Netanyahu, Kejahatan Israel Makin Nyata

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.