Dark/Light Mode

Rosalynn Carter, Mantan Ibu Negara AS Dan Pejuang Kesehatan Mental Meninggal

Senin, 20 November 2023 06:27 WIB
Rosalynn Carter, Ibu Negara AS periode 1977-1981 (Foto: AP News)
Rosalynn Carter, Ibu Negara AS periode 1977-1981 (Foto: AP News)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibu Negara Amerika Serikat (AS) periode 1977-1981 Rosalynn Carter, yang juga dikenal sebagai penasihat terdekat suaminya: Jimmy Carter selama satu masa jabatannya sebagai presiden AS dan empat dekade setelahnya sebagai aktivis kemanusiaan global dan kesehatan mental, meninggal dunia dalam usia 96 tahun, Minggu (19/11/2023).

The Carter Center mengungkap, Rosalynn menutup mata untuk selamanya setelah hidup dengan demensia alias pikun, dan mengalami penurunan kesehatan selama berbulan-bulan.

“Rosalynn Carter meninggal dengan damai, didampingi keluarga di sisinya pada Minggu (19/11/2023) pukul 14.10 di rumah pedesaan Georgia, Plains,” demikian bunyi pengumuman wafatnya Rosalyn, yang dirilis The Carter Center.

Jimmy Carter yang menikahi Rosalynn sejak 1946 menyatakan, istri tercintanya adalah mitra setara dalam segala hal yang pernah dicapai.

Baca juga : Tantangan Berat Kementan Menghalau Impor Beras

“Dia memberi saya bimbingan dan dorongan yang bijaksana, ketika saya membutuhkannya. Selama Rosalynn ada di dunia, saya selalu tahu, ada seseorang mencintai dan mendukung saya,” kata Jimmy Carter dalam pernyataannya.

Jimmy Carter dan Eleanor Rosalynn Smith yang telah menikah lebih dari 77 tahun, digambarkan sebagai pasangan yang memiliki kemitraan penuh.

Tidak seperti banyak ibu negara sebelumnya, Rosalynn duduk di pertemuan kabinet. Dia banyak berbicara tentang isu-isu kontroversial, dan kerap mewakili suaminya dalam perjalanan ke luar negeri.

Secara pribadi, pembantu Carter bahkan menyebutnya sebagai co-president.

Baca juga : Ganjar Komitmen Beri Pendidikan, Kesehatan Dan Akses Transportasi Berkualitas

"Rosalynn adalah sahabat saya ... perpanjangan sempurna dari saya, mungkin orang paling berpengaruh dalam hidup saya,” kata Jimmy Carter kepada para pembantunya selama tahun-tahun di Gedung Putih (1977-1981).

Rosalynn yang merupakan tipikal wanita sangat setia, penyayang, dan cerdik secara politis, membanggakan dirinya sebagai ibu negara aktivis. Tak ada yang meragukan pengaruhnya di balik layar.

AP menyebut, ketika perannya dalam reshuffle kabinet yang dipublikasikan mencuat, Rosalynn dipaksa untuk menyatakan secara terbuka, bahwa dia tidak menjalankan pemerintahan.

Banyak pembantu presiden meyakini, naluri politik Rosalynn lebih baik ketimbang suaminya. Makanya, mereka sering meminta dukungan Rosalynn untuk sebuah proyek, sebelum mendiskusikannya dengan presiden.

Baca juga : Relawan Sintawati Bantu Ratusan Warga Dengan Kegiatan Tebus Murah Sembako

Keinginan Rosalynn yang sekuat baja, kontras dengan sikapnya yang pemalu secara lahiriah dan aksen Selatan yang lembut. Tak heran, wartawan Washington pun memanggilnya "Magnolia Baja".

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.