Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Peringatan Nataru di Parlemen

Bamsoet Ajak Hindari Isu Agama untuk Pecah Belah Persatuan Bangsa

Selasa, 5 Desember 2023 22:56 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak para elite politik serta seluruh elemen bangsa untuk mencegah hadirnya kembali terminologi "cebong" dan "kampret" dalam Pemilu. Pemilu 2024 harus disambut dengan suka cita. Kata Bamsoet, apalah arti kemenangan jika mengorbankan persatuan kebangsaan. Selain itu, jangan ada lagi yang memanfaatkan isu agama hanya untuk menebar kebencian hanya demi meraih kekuasaan.

"Sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib, mengajarkan bahwa 'mereka yang bukan saudara dalam iman, adalah saudara dalam kemanusiaan'. Kita harus meyakini, setiap agama menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, dan jadikan nilai-nilai agama sebagai perekat persaudaraan, yang dilandasi rasa cinta kasih pada sesama, karena sejatinya, puncak dari setiap agama adalah cinta," ujar Bamsoet, dalam Perayaan Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) MPR, DPR, dan DPD, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa malam (5/12/23).

Baca juga : Bamsoet Kembali Ingatkan, Jaga Persatuan dan Kesatuan di Pemilu 2024

Turut hadir Wakil Ketua DPD Nono Sampono. Hadir pula panitia Perayaan Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024, antara lain Ketua Hendrik Halomoan Sitompul, Wakil Ketua Inosentius Samsul, Sekretaris Marinus Gea, dan Wakil Sekretaris Maria Dumaris Simanjuntak.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, dalam konteks ke-Indonesiaan yang tidak menganut paham sekulerisme, agama menjadi elemen penting dalam konstruksi kehidupan sosial. Setiap isu yang dikaitkan dengan agama, selalu menjadi isu yang memiliki sensitivitas tinggi yang jika tidak dikelola dan disikapi dengan baik dan bijaksana, akan bermuara pada percikan-percikan konflik yang dapat mencederai kebersamaan kita sebagai sebuah bangsa.

Baca juga : HNW Ingatkan Utang PBB Untuk Kemerdekaan Palestina

"Implementasi dari praktik kehidupan keagamaan adalah cinta kasih yang menggerakkan persaudaraan. Cinta kasih dan persaudaraan adalah ikatan senyawa yang saling menguatkan satu sama lain, yang akan menuntun setiap langkah kita menuju harmoni dan kedamaian," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, semua pihak juga tidak boleh merasa lelah menebarkan semangat perdamaian, kerukunan, dan cinta kasih kepada sesama. Karenanya, perbedaan orientasi dan pilihan politik, tidak seharusnya menjadikan kita terpolarisasi pada kutub-kutub yang saling bermusuhan. 

Baca juga : Perayaan Natal Parlemen Bawa Pesan Damai Di Pemilu 2024

"Sudah saatnya kita belajar dari pengalaman sejarah, bahwa konflik horizontal yang dipicu oleh perbedaan orientasi politik dan agama, hanya akan meninggalkan trauma dan bekas luka. Selain, merusak sendi-sendi demokrasi yang dengan susah payah kita bangun dan perjuangkan. Melalui kebersamaan dalam keberagaman inilah, kita akan senantiasa diuji, seberapa dangkal, atau seberapa dalam, komitmen kebangsaan kita, dalam menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa, di atas kepentingan pribadi dan golongan," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.