Dark/Light Mode

Soal Papua, Meutya Hafid Dorong Perbanyak Pendekatan Dialogis

Sabtu, 9 November 2019 06:59 WIB
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (tengah) didampingi Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (kanan) dan Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Irham saat berdialog dengan jajaran Polda, Kabinda, Danlantamal dan Danlanud terkait situasi keamanan di Papua, Jumat (8/11). (Foto: Ist)
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (tengah) didampingi Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (kanan) dan Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Irham saat berdialog dengan jajaran Polda, Kabinda, Danlantamal dan Danlanud terkait situasi keamanan di Papua, Jumat (8/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja ke Papua dan Papua Barat. Kunjungan ini sebagai bentuk komitmen DPR bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi serta penyelesaian persoalan kesenjangan ekonomi dan pembangunan yang sering berdampak pada stabilitas keamanan di Papua.

"Ini kunjungan pertama Komisi I DPR periode 2019-2024 dan kita memutuskan untuk ke Papua dan Papua Barat sebagai bentuk komitmen Komisi I bersama pemerintah mencari solusi terbaik untuk Papua," ujar Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11) malam.

Baca juga : Lepas Pornas Korpri, Menpora Harap Pegawainya Juara

"Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan kami di mana sebelumnya Komisi I sudah melakukan pertemuan dengan para mitra kerja, salah satunya adalah untuk mendapatkan masukan dan situasi terkini di Papua," lanjut Meutya.

Politisi Golkar ini meyakini selain penegakan hukum, pendekatan dialogis juga berperan besar dalam menjaga kondusifitas di Papua. Dia menilai semua aspek juga harus dilihat seperti halnya aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial-budaya, hukum, dan lain sebagainya.

Baca juga : Gerakan Smart City Dorong Masyarakat Melek Digital

Untuk itu, Meutya Hafid mendorong pendekatan dialogis dalam penyelesaian permasalahan di Papua. Dalam kaitan tersebut, Komisi I DPR berupaya untuk menemui dan berdialog dengan para tokoh-tokoh masyarakat Papua di samping juga bertemu dengan pemerintah provinsi dan segenap jajaran forum komunikasi pimpinan daerah yang ada di Papua.

"Dengan mengundang pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama yang ada di Papua untuk duduk bersama, diharapkan ada solusi-solusi untuk menyelesaikan apa yang menjadi akar permasalahan di Papua. Jadi bukan sekedar melihat persoalan Papua dari masalah keamanan dan hukum saja, tetapi jauh lebih penting menyelesaikan akar masalahnya," tegas Meutya. [EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.