Dark/Light Mode

Soal Lelang Mitra Kerja Haji, Pansus Benarkan Kemenag

Rabu, 28 Agustus 2024 10:16 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Skema lelang pengadaan di Arab Saudi menjadi salah satu topik yang dipertanyakan anggota Pansus Haji DPR RI.

Luluk Nur Hamidah dari Fraksi PKB mempertanyakan alasan lelang layanan haji dilakukan di Arab Saudi, bukan di Indonesia.

"Sejak kapan itu di Arab Saudi? Kenapa tidak di Indonesia, Pak, lazimnya? Itu kan uangnya besar banget," tanya Luluk kepada Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Subhan Cholid dalam sidang Pansus Angket Haji, di Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2024).

Baca juga : Besok Lawan Argentina, Timnas U-20 Fokus Benahi Transisi Permainan

Pertanyaan ini disampaikan Luluk menyusul penjelasan Subhan terkait mekanisme pengadaan layanan di Arab Saudi.

Subhan menjelaskan, mekanismenya dilakukan melalui open biding atau lelang terbuka. Layanan yang disiapkan antara lain akomodasi (hotel), transportasi, dan katering.

Subhan menjelaskan, proses pengadaan itu dilaksanakan oleh tim independen, yang dibentuk Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Tim ini antara lain beranggotakan PNS pada Ditjen PHU, wakil Perguruan Tinggi Pariwisata, dan ada juga dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga : Wapres Siapkan 3 Strategi

Tim ini bekerja berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan. Tahapan pengadaannya mulai dari pengumuman, pendaftaran, verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, dan seterusnya.

Semua itu dilakukan oleh tim untuk mendapatkan hasil terkait layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi.

Terhadap pertanyaan Luluk soal kenapa lelang dilakukan di Saudi, Subhan menegaskan bahwa itu sesuai ketentuan.

Baca juga : Pengamalan Pancasila: Memelihara Keberagaman & Meniadakan Intoleransi

"Jadi memang ketentuan dari Arab Saudi, penyedia layanan itu harus perusahaan Arab Saudi karena kan tempat layanannya ada di Arab Saudi. Itu ketentuan dari pemerintah setempat lah," tegas Subhan.

Jawaban Subhan dibenarkan oleh Ketua Pansus Nusron Wahid. Menurutnya, lelang pengadaan sudah semestinya mengikuti ketentuan Arab Saudi.

"Ya betul, kalau itu betul" tegas Nusron.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.