Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Edy menilai, banyaknya kasus PHK di Jateng karena sebagian besar industri bergerak di sektor manufaktur. Industri manufaktur menjadi industri yang paling banyak terdampak situasi global karena banyak pelaku industri tekstil, garmen, dan alas kaki yang sulit bersaing.
Dia mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng memperhatikan nasib tenaga kerja yang terkena PHK agar mendapat untuk pesangon, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan JKP. Apalagi hanya sekitar 70,8 persen yang memperoleh JKP. Sementara sisanya, sekitar 9.700 tenaga kerja tidak mendapat jaminan.
Edy menilai, hal itu dikarenakan banyak perusahaan nakal, tidak mau membayar jaminan sosial ke pekerja ketika bisnisnya bangkrut.
Baca juga : Dukcapil DKI Didorong Kebut Penerbitan e-KTP
“Makanya ini yang merugikan pekerja. Itu tidak boleh terjadi. Persoalan JKP ini perlu perhatian serius,” tegsnya.
Sementara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengakui, angka PHK meningkat beberapa waktu belakangan. Pihaknya mencatat jumlah PHK mencapai 46.240 dari awal tahun hingga akhir Agustus kemarin.
“Memang kita akhir-akhir ini banyak pekerja mengalami PHK ya,” katanya di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Baca juga : Prancis Vs Italia, Deschamps Dan Spalletti Siap Perang Strategi
Meski ada tren kenaikan, Ida berharap angka PHK tidak lebih tinggi dari 2023. Karena itu, pihaknya terus berupaya memitigasi agar PHK tidak terus bertambah.
Upaya ini dilakukan dengan mempertemukan manajemen dengan pekerja untuk berunding agar PHK tak terjadi. Upaya lain untuk menekan PHK adalah membuka lowongan pekerjaan lewat bursa kerja nasional.
Dia menyebut, ada 178.000 lowongan pekerjaan yang dibuka dalam bursa kerja yang diselenggarakan Kemnaker beberapa waktu lalu.
Baca juga : Melaju Ke Semifinal Tenis US Open 2024, Pegula Kubur Iga Swiatek
“Kemarin kita laksanakan job fair nasional, itu cukup tinggi lowongan yang tersedia. Ada 178 ribu lowongan pekerjaan yang tersedia. Pada waktu itu yang melamar 93 ribu,” bebernya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 6 September 2024 dengan judul Industri Tekstil Bertumbangan, Awas, Badai PHK Mengancam
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya