Dark/Light Mode

Komisi X DPR Setujui Pagu Definitif Perpusnas Tahun 2025

Rabu, 18 September 2024 20:04 WIB
Plt Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz (tengah) dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR. (Foto: Dok. Perpusnas)
Plt Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz (tengah) dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR. (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi X DPR menyetujui pagu definitif Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk tahun anggaran 2025 sebesar Rp 721.684.480.000. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan agenda tunggal penyesuaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Perpusnas sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menjelaskan, anggaran untuk Perpusnas pada 2025 tidak mengalami penambahan. Namun, dia menekankan pentingnya literasi untuk kemajuan bangsa.

“Tingginya tingkat literasi adalah ciri bangsa yang maju. Kami sangat mendukung penuh upaya peningkatan budaya literasi dan pemanfaatan data raya untuk membangun peradaban yang lebih baik,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, anggaran ini harus dioptimalkan untuk mendukung program literasi di daerah terluar, tertinggal, dan terpencil (3T). Program layanan perpustakaan berbasis digital dan inklusif, termasuk program bantuan bahan bacaan bermutu untuk 10 ribu perpustakaan desa sangat diperlukan untuk menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia.

"Kami mendukung optimalisasi anggaran terutama di daerah 3T. Program layanan perpustakaan yang inklusif dan berbasis digital, termasuk program perpustakaan di desa-desa, sangat kami dukung," tambahnya.

Baca juga : Lagi, DPR Setujui 2 Calon Pemain Naturalisasi Buat Timnas

Dia juga mendukung program perpustakaan yang mendorong inklusi sosial. Berbagai program layanan seperti perpustakaan keliling, motor baca, dan titik baca diharapkan dapat terus dikembangkan agar masyarakat yang tidak memiliki akses ke perpustakaan, dapat menikmati fasilitas literasi.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf. Dia mendukung program-program yang telah berjalan, termasuk pengadaan perpustakaan bergerak, seperti motor baca.

“Kami berharap, program motor baca ini dapat terus dikembangkan. Selain itu, penting untuk melanjutkan upaya pelestarian naskah-naskah kuno, yang merupakan warisan budaya penting bagi bangsa kita,” tambahnya.

Dede menyampaikan apresiasi atas berbagai terobosan yang telah dilakukan oleh Perpusnas. “Kami melihat bahwa Perpusnas proaktif dalam membuat terobosan-terobosan baru, dan kami sangat mengapresiasi pencapaian-pencapaian yang sudah dilakukan,” ungkapnya.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra Djohar Arifin Husin juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Perpusnas. “Terima kasih kepada Perpusnas atas kinerjanya, walau anggaran ini masih jauh dari yang kita harapkan,” ujarnya.

Baca juga : Kritik Bukan Karena Ada Maunya

Dia menuturkan, peran pemerintah daerah sangat diperlukan dalam mendukung pembangunan perpustakaan. Ia melihat, daerah sering kali kurang peduli karena keterbatasan anggaran.

Arifin menekankan, perpustakaan harus menjadi tempat yang menyenangkan, dengan fisik yang memadai. “Ke depan, saya berharap anggaran bisa lebih besar, bahkan sampai Rp10 triliun, untuk membangun perpustakaan yang menarik," tambahnya.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Komisi X DPR terhadap kinerja Perpusnas. Dia menjelaskan, Perpusnas telah merespons masukan dari Komisi X DPR dengan mengalokasikan anggaran untuk 25 titik baca dan 20 motor perpustakaan keliling.

“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan literasi masyarakat di daerah yang betul-betul membutuhkan keberadaan buku dapat terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan perlunya dukungan terhadap program strategis yang tengah dijalankan Perpusnas, terutama dalam upaya melestarikan kekayaan budaya, meningkatkan layanan literasi, serta digitalisasi naskah. "Saat ini, ada lebih dari 6.000 naskah yang belum sempat didigitalisasi karena keterbatasan dana," katanya.

Baca juga : Performa Menteri Nadiem Dinilai Belum Memuaskan

Perpusnas berharap, pemerintahan baru nanti memiliki perhatian besar terhadap Perpusnas, baik dari APBN maupun sumber-sumber lain. Dia menekankan, program yang telah dirintis Perpusnas perlu dilanjutkan dan diperbesar dampaknya di masa depan.

"Misalnya, terkait penyediaan lokus baca di desa yang tahun ini baru 10 ribu desa, kalau tahun depan tidak ada anggarannya, kan saying. Padahal, responsnya sangat positif dan membahagiakan masyarakat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.