Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ketua Komisi I DPR Sambut Positif Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia
Jumat, 30 Agustus 2024 10:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, menyambut baik penandatanganan kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Australia.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI yang juga Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dengan Menteri Pertahanan Australia, Richard Donald Marles di Akademi Militer Magelang, Kamis (29/8).
Menurut Meutya Hafid, kesepakatan ini mencerminkan komitmen kuat prinsip ‘good neighbor’ kedua negara untuk mengembangkan kemitraan pertahanan yang mendukung stabilitas global.
"Kerja sama ini menunjukkan pentingnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia dalam menghadapi tantangan keamanan regional maupun global," kata Meutya Hafid dalam keterangannya, Jumat (30/8).
Baca juga : Liput Perjalanan Paus, 3 Wartawan Indonesia Terbang Ke Vatikan
Menurut Meutya Hafid, kedua negara berkomitmen bekerja sama dengan prinsip ‘good neighbor’ bersama mitra regional lainnya untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang sejahtera dan damai.
"Kerja sama ini bukanlah aliansi militer ataupun pakta militer, tetapi realisasi prinsip ‘good neighbor’ Indonesia dan Australia yang ingin meneruskan dan memelihara hubungan erat dan persahabatan yang sudah sangat baik," ujar politisi Partai Golkar ini menambahkan.
Di samping itu, lanjut Meutya Hafid, kerja sama ini akan memperkuat stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik yang merupakan salah satu wilayah dengan potensi konflik yang tinggi.
"Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Australia sebagai ‘good neighbor’ dapat berkolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan modern seperti terorisme, kejahatan lintas negara, konflik maritim, dan potensi tantangan lainnya," katanya.
Baca juga : Road to ICFBE 2024, Presuniv Perkuat Hubungan Indonesia-Filipina
Meutya Hafid juga menyebutkan bahwa kesepakatan ini tidak hanya berdampak pada aspek diplomatik, tetapi juga memberikan keuntungan teknis bagi peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia.
"Perjanjian kerja sama pertahanan yang kemarin ditandatangani juga termasuk pertukaran ilmu dan latihan bersama. Saya pun yakin di masa yang akan datang perwira TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara akan memiliki keterampilan yang lebih maju dan siap menghadapi berbagai situasi di medan perang modern," jelasnya.
Latihan bersama kedua negara akan berikan kesempatan bagi prajurit TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka dari Australia, memperkuat sinergi, dan saling bertukar pengetahuan serta pengalaman.
"Hal ini akan membantu memperkuat pertahanan nasional Indonesia dalam jangka panjang," sebut mantan wartawan ini mengakhiri.
Baca juga : Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, KPK Periksa Mendes Abdul Halim Iskandar
Seperti diketahui, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles pada Kamis, 29 Agustus 2024, menandatangani perjanjian kerja sama bidang pertahanan dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.
Marles meyakinkan Australia dan Indonesia adalah dua negara yang saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial masing-masing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya