Dark/Light Mode

Indonesia Punya Kekayaan Budaya

DPR Dukung Pembentukan Kementerian Kebudayaan

Minggu, 20 Oktober 2024 07:20 WIB
Anggota Komisi X DPR Himmatul Aliyah. (Foto: Gerindra)
Anggota Komisi X DPR Himmatul Aliyah. (Foto: Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti wacana pembentukan Kementerian Kebudayaan yang terpisah dengan pendidikan. Sudah selayaknya, Indonesia memiliki satu kementerian khusus yang menangani dan mengembangkan kebudayaan nasional.

Anggota Komisi X DPR Himmatul Aliyah mengatakan, rencana pembentukan kementerian baru yang akan fokus pada kebudayaan itu patut diapresiasi. “Bersyukur kita bahwa nanti di kabinet mendatang akan ada kementerian baru namanya ke­menterian kebudayaan. Tentu ini akan membawa dampak yang luar biasa bagi kemajuan kebudayaan,” katanya di Jakarta, Kamis (17/10/2024).

Himmatul menginginkan lebih banyak masukan yang dapat memberikan penyegaran dan juga pengembangan ekosistem kebudayaan di Indonesia. Pasalnya, budaya luar yang begitu deras masuk ke Indonesia berpo­tensi mempengaruhi pemikiran masyarakat.

“Sehingga mungkin saja musik-musik dan film-film (luar) itu juga turut mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Baca juga : Trisal Dan 3 Komisioner KPU Menjadi Tersangka

Menurut Himmatul, dahulu Indonesia sudah "dijajah" oleh kebudayaan India dan juga Amerika melalui film dan juga musik-musiknya. Kini, budaya Korea Selatan banyak digan­drungi masyarakat dari kalangan anak muda.

“Mungkin kita ingat bahwa pengaruh budaya Barat sedemikian kuat di masa kecil kita. Karena film-film Barat merajai Indonesia, terutama film-film Hollywood. Kemudian juga kita pernah juga 'dijajah' oleh film India,” sebutnya.

Keberhasilan negara lain dalam mendistribusikan pengaruh budaya mereka membuat pemerintah yang membidangi kebudayaan harus dapat mere­fleksikan kiat-kiat tersebut. Sebab, manfaat ekonomi dari budaya juga sangat berpengaruh.

“Bagaimana Korea sangat berhasil menjual budaya sedemikian rupa sehingga bisa mem­pengaruhi dunia. Contoh kecil yang terkait dengan ekonomi, misalnya, terdapat satu bungkus makanan siap saji, ketika dila­beli artis Korea, itu harga per bungkusnya bisa naik tinggi,” paparnya.

Baca juga : RI Butuh Terobosan Segar Kejar Target Perekonomian

Oleh karena itu dia berharap, kementerian baru yang fokus membidangi kebudayaan di masa kepemimpinan Prabowo Subianto dapat memberikan pengaruh yang besar untuk ke­budayaan tanah air.

Sebelumnya, Dirjen Kebu­dayaan Kementerian Pendidi­kan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid menyebutkan, ren­cana pembentukan Kementerian Kebudayaan sudah terdengar sejak lama.

“Isu mendirikan Kementerian Kebudayaan sudah cukup lama berembus. Saya ingat dalam dis­kusi sidang-sidang perumusan Undang-Undang no. 5 tahun 2017, itu beberapa kali disam­paikan anggota DPR,” ujarnya.

Meski begitu, pembentukan lembaga seperti Kementerian Kebudayaan merupakan hak prerogatif presiden. Sehingga tidak dimasukkan dalam se­buah undang-undang. Menurut Hilmar, jika Kementerian Ke­budayaan terwujud saat periode pemerintahan Prabowo-Gibran, maka ini adalah keinginan lama yang terwujud.

Baca juga : Inovasi Co-firing PLN Tekan Emisi Dan Berdayakan Rakyat

Apalagi, melihat kekayaan bu­daya Indonesia yang besar. “Ka­lau kita melihat bahwa kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia begitu hebatnya, begitu banyaknya, baik tangible maupun intangible, saya kira memang sudah sepatutnya mendapat per­hatian khusus,” sebutnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 20 Oktober 2024 dengan judul Indonesia Punya Kekayaan Budaya, DPR Dukung Pembentukan Kementerian Kebudayaan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.