Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Fit and Proper Test Capim KPK, Bamsoet Gali Cara Cegah Kebocoran 40 Persen APBN
Rabu, 20 November 2024 07:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan, korupsi di Indonesia bukan hanya masalah hukum semata, tetapi telah menjadi ancaman nyata terhadap sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara. Meskipun berbagai lembaga antirasuah seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan telah menangani permasalahan korupsi, realitasnya praktik tersebut masih marak di Tanah Air serta melibatkan penyelenggara negara dari tingkat pusat hingga daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan yang ada belum cukup efektif dan berkelanjutan.
Bamsoet memaparkan, Presiden Prabowo Subianto pernah mengungkapkan, terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari APBN akibat korupsi dan kolusi dari pejabat yang bersekongkol dengan para pengusaha. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan, rata-rata kebocoran APBN 30-40 persen per tahun. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, di 2023, terdapat 791 kasus korupsi dengan jumlah tersangka mencapai 1.695 orang serta kerugian negara mencapai Rp 28,4 triliun. Sementara, KPK mencatat, dari 2004 hingga 2023, sebanyak 344 anggota DPR dan DPRD, 161 bupati/wali kota dan 24 gubernur terjerat kasus korupsi.
Baca juga : Fit And Proper Test Capim KPK, Frederik Soroti OTT Sebagai Strategi Utama
"Data ini mencerminkan bahwa fenomena korupsi tidak hanya sulit diberantas, tetapi juga semakin meluas dan menjadi bagian dari sistem pemerintahan," ujar Bamsoet, usai fit and proper test Calon Pimpinan (Capim) KPK, di Komisi III DPR, Senayan Jakarta, yang berlangsung dari pagi pukul 08.30 WIB hingga malam pukul 22.00 WIB, Selasa (19/11/2024).
Fit and proper test Capim KPK hari kedua yang digelar ini diikuti oleh enam calon. Keenamnya adalah Ida Budhiati, Ibnu Basuki Widodo, Johanis Tanak, Djoko Poerwanto, Ahmad Alamsyah Saragih, dan Agus Joko Pramono.
Baca juga : Fit and Proper Test Capim KPK, Bamsoet Soroti Politik Biaya Tinggi Kerok Korupsi
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menilai, salah satu faktor utama tingginya kasus korupsi adalah lemahnya pengawasan internal dan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga mengakibatkan banyaknya terjadi kebocoran anggaran. Berdasarkan hasil riset INDEF, sekitar 40 persen anggaran negara mengalami kebocoran setiap tahun, mengalir ke kantong para koruptor.
Bamsoet menerangkan, kolusi antara pejabat publik dan pengusaha juga menjadi faktor penggerak utama dalam praktik korupsi. Pejabat publik tidak segan bersekongkol dengan pihak swasta untuk meraih keuntungan pribadi dengan mengambil dari anggaran negara. "Praktik ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," ucapnya.
Baca juga : DPR Targetkan Fit and Proper Test Capim dan Dewas KPK Beres Sebelum Reses
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia ini menambahkan, rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara turut memicu praktik korupsi. Banyak proyek pemerintah yang tidak jelas mekanisme pengawasannya, membuka peluang kongkalikong antara pejabat pemerintah dan sektor swasta. Kesepakatan yang tidak transparan juga sering kali menginvestasikan anggaran negara pada proyek-proyek yang tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Budaya nepotisme dan patronase yang sudah mengakar dalam sistem pemerintahan turut memperburuk situasi. Hubungan yang tidak sehat antara birokrat dan pengusaha menciptakan iklim bahwa korupsi dianggap sebagai hal yang biasa. "Karena itu, penguatan integritas individu dan institusi pemerintah harus menjadi bagian dari agenda reformasi," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya