Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pantau Seleksi Capim KPK, Luhut Titip Pesan Dan Harapan Ini
Kamis, 12 September 2024 16:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tertarik memantau proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru. Apalagi, beberapa sosok yang mencalonkan diri, dinilainya cukup kredibel. Pernah bekerja sama membangun ekosistem penanganan korupsi. Seperti e-katalog, Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA), sistem pengelolaan kelapa sawit dan timah.
"Mereka juga aktif dalam government technology. Mereka-mereka ini, menurut saya orang-orang hebat. Mereka mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK, menurut saya adalah suatu langkah yang luar biasa," kata Luhut via Instagram, Kamis (12/9/2024).
"Saya mendukung betul seleksi yang sedang dilakukan panel independen," imbuhnya.
Luhut berharap, pimpinan KPK terpilih dapat mendukung ekosistem yang sudah dibangun. Seperti e-katalog yang telah berhasil memasukkan lebih dari 8,8 juta items, yang bisa dibeli melalui government procurement.
Baca juga : Pansel Pertimbangkan Hasil Sidang Etik Nurul Ghufron
Yang dulunya di-tender, sekarang bisa langsung dibeli lewat e-katalog, dengan sistem yang sangat bagus. Sehingga, dapat mengurangi korupsi.
"Ini sistem yang sangat bagus, karena yang membangun sistem ini juga banyak yang dari KPK," ujarnya.
Penyidik Independen
Luhut berharap, KPK mendatang memiliki penyidik-penyidik yang independen. Tidak tergantung pada polisi atau jaksa. Sehingga, KPK dapat membuat satu korps penyidik khusus dari lembaga antirasuah. Agar dapat betul-betul independen untuk melakukan apa yang harus dilakukan.
"Tidak ada intervensi dari luar sama sekali. Ini pikiran saya secara pribadi," cetusnya.
UU Pengadaan Barang dan Jasa
Baca juga : Jokowi Pamitan Dan Minta Maaf
Luhut juga ingin, pimpinan KPK yang baru dapat mendukung UU Pengadaan dan Jasa, yang saat ini sedang berproses.
"Saya betul-betul punya harapan banyak sekali. Dengan membangun ekosistem ini, kita akan ada efisiensi di banyak bidang, mengurangi korupsi, dan mendisiplinkan bangsa ini," tutur Luhut.
Optimisme Luhut bukannya tanpa alasan. Menurutnya, saat ini pemerintah telah menjalin kerja sama dengan ITB untuk menyusun suatu industrial policy. Sehingga, lebih dari 8,8 juta items yang terdaftar di e-katalog dapat diupayakan untuk diproduksi di dalam negeri. Upaya ini akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
Luhut bilang, hal-hal seperti itu akan berlanjut pada pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo.
Baca juga : Jumlah Penumpang Whoosh Capai 5 Juta Orang Di Hari Pelanggan Nasional
"Karena itu, kita harus mendukung. Jangan kita berburuk sangka. Percayalah dengan ekosistem yang dibangun ini, tanpa slogan-slogan. Berpuluh tahun kita pakai slogan, kan nggak pernah beres juga," papar Luhut.
Luhut menambahkan, ekosistem yang dibangun dengan digitalisasi oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah mulai menunjukkan hasil-hasil yang menggembirakan kita semua.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya