Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Komisi III Minta Pimpinan KPK Baru Jaga Kepercayaan Rakyat
Jumat, 13 Desember 2024 10:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid optimistis pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru bisa bekerja dengan baik. Dia juga meminta para komisioner komisi antirasuah untuk menjaga kepercayaan rakyat. Apalagi saat ini dukungan masyarakat kepada KPK masih sangat besar dalam pemberantasan korupsi.
"Dukungan masyarakat masih besar kepada KPK dibanding lembaga lain. Tapi mohon pimpinan baru mempertahankan kepercayaan yang ada,” ujar Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid di Jakarta, Kamis (13/12/2024).
Anggota Komisi III DPR RI itu menyoroti penanganan kasus korupsi di KPK yang diduga masih tebang pilih. Hal ini harus dijadikan sebagai koreksi bagi KPK agar penanganan kasus korupsi ke depan lebih profesional.
Baca juga : Inovasi, Cara Kilang Pertamina Internasional Jaga Keberlangsungan Bisnis
Mantan Wakil Ketua MPR itu mengatakan, kerap muncul dugaan publik bahwa ada sejumlah kasus yang terjadi di lembaga penegak hukum bukanlah proses hukum, tapi proses politik. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya dan akan meruntuhkan independensi KPK serta membuat kepercayaan publik hilang.
“Maka pimpinan KPK yang baru harus membalik persepsi publik dengan cara bekerja secara transparan. Tidak ada tekanan dari eksekutif, tidak ada tekanan politik yang masuk. Tidak ada proses tebang pilih,” bebernya.
Legislator asal Dapil Jawa Timur X Lamongan dan Gresik itu meminta pimpinan KPK yang baru untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pemberantasan korupsi, sehingga proses penanganan korupsi bisa berjalan dengan lebih baik.
Baca juga : Mudik Nataru, Komisi V DPR Minta Pemerintah Antisipasi Kemacetan
"Semua birokrasi punya sistem digital. Tapi kalau mau lapor, sistem digitalnya kadang mati. Pengaduan itu kadang tidak serius. Termasuk di KPK,” tuturnya.
Dalam setahun, ada ribuan pengaduan yang masuk ke KPK. Hasil pengaduan itu kemudian dipetakan, kemudian dilakukan penyelidikan, sampai penyidikan. Namun, jangan sampai pengaduan itu di-setting untuk menjadikan seseorang sebagai tersangka kasus korupsi.
Maka dari itu, ia meminta agar pemberantasan korupsi memanfaatkan teknologi, sehingga semuanya transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam penanganan kasus. Masyarakat bisa ikut memantau.
Baca juga : Pangkalpinang & Bangka Bakal Gelar Pilkada Ulang
“Saya berharap proses pemberantasan koruspi juga melibatkan teknologi canggih, selain penyadapan,” jelas politisi asal Bawean, Gresik, Jawa Timur itu.
Menurut Gus Jazil, teknologi bisa menjembatani dalam penanganan korupsi. Para anak muda bisa membantu menciptakan sistem yang transparan, supaya tidak ada dugaan permainan, dan prosesnya berjalan dengan benar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya