Dark/Light Mode

WTO Menangkan Indonesia Dalam Kasus Sawit

Ekonomi Daerah Bakal Bangkit

Senin, 20 Januari 2025 07:10 WIB
Anggota Badan Legislasi DPR Ahmad Irawan. Foto: Istimewa
Anggota Badan Legislasi DPR Ahmad Irawan. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Menurutnya, kemenangan Indonesia di Panel WTO ini juga menunjukkan diplomasi internasional Presiden Prabowo mulai menunjukkan hasil posi­tif. Terobosan diplomasi man­canegara Presiden Prabowo dalam beberapa waktu terakhir yang berhasil memperkuat po­sisi Indonesia dalam dinamika politik global.

Eddy mengaku akan terus mendorong penggunaan bio­diesel B40 dilanjutkan B50 dan bauran penggunaan energi terba­rukan lainnya seperti biofuel dan bioavtur. Terobosan ini penting agar sektor transportasi meng­gunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mengurangi impor Bahan Bakar Minyak alias BBM.

Baca juga : Pegadaian Dan Antam Pede Peminat Emas Tetap Tinggi

“Yang tetap harus menjadi perhatian adalah pengembangan kelapa sawit harus tetap memperhatikan dan melaksanakan kaidah-kaidah keberlanjutan sesuai Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO),” sebutnya.

Dia berharap ada terobosan yang lebih baik lagi dalam me­ningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar du­nia. “Ini penting dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Prabwo untuk mengurangi gas rumah kaca dan mencapai tar­get Net Zero Emision (NZE) pada tahun 2060 mendatang,” pungkasnya.

Baca juga : Bahlil Dorong Hilirisasi Didanai Investor Lokal

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia berhasil membuktikan tindakan diskrimi­nasi Uni Eropa dalam sengketa dagang kelapa sawit di Badan Penyelesaian Sengketa WTO. Laporan Hasil Putusan Panel WTO (panel report) disirku­lasikan pada 10 Januari 2025. Dan, Uni Eropa dinyatakan melakukan diskriminasi dengan memberikan perlakuan yang kurang menguntungkan terhadap biofuel berbahan baku kelapa sawit dari Indonesia dibanding­kan dengan produk serupa yang berasal dari Uni Eropa seperti rapeseed dan bunga matahari.

Uni Eropa juga membedakan perlakuan dan memberikan keuntungan lebih kepada produk sejenis yang diimpor dari negara lain seperti kedelai. Selain itu, Uni Eropa dinilai gagal meninjau data yang digunakan untuk menentukan biofuel dengan kategori alih fungsi lahan ke­lapa sawit berisiko tinggi (high ILUC-risk). KAL

Baca juga : Lebih Berpihak Ke Lelaki, Tak Adil Buat Perempuan

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 20 Januari 2025 dengan judul "WTO Menangkan Indonesia Dalam Kasus Sawit, Ekonomi Daerah Bakal Bangkit"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.