Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Komisi XII DPR Pastikan Pasokan Gas Melon Aman Dan Lancar
Selasa, 11 Februari 2025 18:01 WIB
Sebelumnya
Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui menambahkan, penataan terhadap sistem distribusi dari hulu ke hilir terus dirapikan. Dia pun meminta Pertamina, dalam hal ini Pertamina Patra Niaga agar terus gencar melakukan sosialisasi terhadap proses distribusi baru ini, terutama di tingkat pengecer mengingat sudah ada kebijakan menaikkan status pengecer menjadi sub pangkalan dan seluruhnya dilakukan bebas biaya alias gratis.
"Silakan kepada Pertamina dan Patra Niaga untuk melakukan sosialisasi dan merangkul. Tadi kan yang merupakan pengecer-pengecer dari pangkalan ini kita minta kepada pangkalannya untuk mengimbau, merangkul," wantinya.
Baca juga : Komisi V Harap Pemotongan Anggaran Tak Menyasar yang Bersentuhan dengan Rakyat
Dirinya optimis melalui penataan distribusi gas subsidi ini, tidak ada lagi permainan harga dan pengoplosan yang dapat merugikan konsumen. Sebab pada akhirnya, semua terdata, baik jumlah, harga hingga isinya.
"Karena ini pastinya berkeadilan pada akhirnya. Bagi sub pangkalan itu pun marginnya (harga) ditentukan, Artinya, tidak asal-asalan lagi. Tidak main patok-patok lagi. Artinya dalam mata rantai distribusi ini semua senang. Barang ini barang subsidi, mari kita kita jaga untuk kepentingan masyarakat," ajak politisi asal Papua Barat ini.
Baca juga : Komisi XII DPR Pastikan Distribusi LPG 3 Kg Lancar Hingga Ke Sub Pangkalan
Sementara itu, pemilik Pangkalan Iqbal Affandi, Sidik, memastikan bahwa distribusi LPG 3 Kg di wilayah Srengseng, Jakarta Barat, berjalan lancar dan stok dalam kondisi aman. Ia juga menegaskan bahwa antrean yang sebelumnya terjadi kini sudah tidak ada lagi.
"Aman sekarang stok sudah banyak, tidak ada yang antre karena stok sudah normal. Kalau harga jual sesuai HET Rp 16.000," ujar Sidik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya