Dark/Light Mode

Komisi XII DPR Pastikan Pasokan Gas Melon Aman Dan Lancar

Selasa, 11 Februari 2025 18:01 WIB
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya (berbatik) saat memimpin inspeksi mendadak ke Pangkalan LPG 3 kg di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jakarta, Senin (10/2/2025). Turut mendampingi Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui (kiri), Dewi Yustisiana (belakang tengah) dan sejumlah anggota komisi lainnya yang membidangi energi ini. Foto: Istimewa
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya (berbatik) saat memimpin inspeksi mendadak ke Pangkalan LPG 3 kg di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jakarta, Senin (10/2/2025). Turut mendampingi Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui (kiri), Dewi Yustisiana (belakang tengah) dan sejumlah anggota komisi lainnya yang membidangi energi ini. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi XII DPR memastikan proses distribusi gas LPG subsidi 3 kg dari hulu ke hilir berjalan lancar dan aman.

Kepastian tersebut diperoleh saat rombongan Komisi XII DPR dipimpin Bambang Patijaya melakukan inspeksi ke tiga lokasi, yakni Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sodikun Gas, Pangkalan Iqbal Affandi, dan Sub Pangkalan Nur Hafidz, Jakarta Barat, Senin (10/2/2025) malam.

Hadir dalam inspeksi tersebut, anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui, Mulyadi, Christiany Eugenia Paruntu, Cek Endra, Sigit K Yunianto, Dewi Yustisiana, dan lainnya.

Rombongan Komisi XII DPR tersebut didampingi Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Alfian Nasution, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dan Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, dan sejumlah perwakilan Kementerian ESDM.

Baca juga : Komisi V Harap Pemotongan Anggaran Tak Menyasar yang Bersentuhan dengan Rakyat

Patijaya mengatakan, sidak ini dalam rangka memantau proses distribusi dan penyaluran gas LPG 3 kg dari hulu ke hilir.

"Kami meninjau sarana pengisian SPBE ini dalam rangka melihat pasokan karena dalam rangkaian sebelumnya di dapil masing-masing, kami sudah melakukan pengecekan, seperti saya kemarin di Pangkal Pinang, Endra di Jambi, Pak Mulyadi di Sumbar, Pak Alfons di Papua Barat, Ibu Dewi di Sumsel, Kak Tetty (Eugenia Paruntu) di Sulut, itu aman, tidak ada masalah," terang Patijaya.

Dari pengamatannya, dia menilai, proses pasokan dan distribusi di hulu ini berlangsung cukup lancar. Ini bisa dilihat dari proses mulai dari pengisian hingga penyaluran di SPBE yang bekerja hingga malam. "Artinya apa, untuk memastikan bahwa pasokan itu aman. Itu dulu," tegasnya.

Dari SPBE, Patijaya cs lalu bergeser memantau pasokan dan distribusi rantai pasok LPG 3 kg ke tingkat pangkalan dan sub pangkalan. Hasilnya, pasokan dari hulu sangat lancar. "Mari kita sebarkan berita bagus ini. Beri keyakinan kepada masyarakat, jangan ada panic buying," ujarnya.

Baca juga : Komisi XII DPR Pastikan Distribusi LPG 3 Kg Lancar Hingga Ke Sub Pangkalan

Politisi Fraksi Golkar ini mengatakan, memang kemarin ada persoalan terkait distribusi gas 3 kg. Namun seluruhnya bisa diatasi berkat kerja cepat Kementerian ESDM bersama jajaran Pertamina. "Sudah kita perbaiki, tidak ada masalah," bilangnya.

Lebih lanjut, Patijaya mengatakan, hasil pantauan secara keseluruhan di tiga lokasi ini sama sekali tidak ada masalah. Harga yang diedarkan pangkalan ke pengecer (kini sub pangkalan) sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, Rp 16 ribu per tabung. Sehingga harga yang diterima masyarakat dari sub pangkalan relatif murah.

"Di sini kita melihat beberapa elpiji 3 kg yang didisplay, yang merupakan barang daganganya, tidak ada masalah. Kita timbang, yang terisi, tersegel berapa, 8 kg lebih. Tangkinya yang kosong saja itu kan 5 kg, isinya 3 kg, berarti cocok, pas. Isi tidak ada masalah. Itu tadi kita pilih random ya tadi," bebernya.

Politisi Dapil Bangka Belitung ini menambahkan, masyarakat tidak perlu panik terhadap ketersediaan gas melon ini jelang Hari Besar Keagamaan Nasional nanti. Terlebih Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memastikan bahwa stok gas melon aman sampai 3 bulan ke depan.

Baca juga : Komisi A DPRD DKI Yakin Pansus Aset Bikin PAD Jakarta Melonjak 50 Persen

"Jadi bisa dipastikan tidak ada masalah dari stok maupun harga darii gas LPG 3 kg ini. Pola distribusi sudah kita rapikan," jelasnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM dan Pertamina yang telah bekerja memastikan kebutuhan masyarakat akan gas subsidi ini aman dan tercukupi di masyarakat dengan harga yang murah.

"Inilah yang kita harapkan sehingga pelayanan terhadap masyarakat terutama terhadap LPG 3 kg subsidi ini betul-betul tepat sasaran dan harganya sesuai dengan yang diharapkan dan diatur Pemerintah," tandasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.